VO BACELL MUSLIM

Beranda » Knowlegde » Ilaa Ukhtina Habibah

Ilaa Ukhtina Habibah

Ingin kami ucapkan beberapa
kalimat
kepadamu ukhti. Lewat surat
ini, dari kami yang berada di
bawah desingan peluru musuh
dan gelegar ledakan roket, juga dari kami yang kini terpaksa
meringkuk di balik
jeruji besi hanya karena kami
menyatakan bahwa “Tuhan Kami
Adalah Allah”, untukmu Ukhti
Muslimah… karena kau adalah permata. Kau juga
perhiasan mulia yang
melengkapi keindahan ajaran
Nabi Shalallahu “Alahi Wasallam.
Beberapa kalimat yang kami
tulus keluar dari lubuk hati kami sebagai saudara yang
bersama melaju ke arah yang
satu. Demi menyelamatkanmu
dari cakaran manusia serigala
berbulu domba. Ukhti Muslimah….!!!
Kami tidak akan membawa sesuatu
yang baru, semoga kau tidak
bosan mendengarnya…. walau
rasanya sudah berkali-kali kami
ingatkan bahwa tiada agama
manapun yang lebih memuliakan wanita sebagaimana Islam. Jika
kau masih tidak percaya,
lihatlah pada sejarah .. apa
yang dilakukan oleh penghuni
zaman jahiliyah terhadap
kaummu, bukankah mereka menguburmu hidup-hidup hanya
karena takut jatuh miskin atau
durhaka? Entah apa yang
mereka cari.
Betapa jauh mereka
menghinakanmu. Betapa buruknya gambaranmu di mata
mereka. Bagi mereka, kau tidak
lebih dari sekerat tebu segar,
yang setelah manis sepah
dibuang…. Kemudian belum puas
dengan itu mereka masih melolong bahwa Islam menzalimi
hak-hak wanita…sungguh
sebuah penyesatan dan
pendustaan yang nyata.
Bukankah engkau adalah yang
paling banyak diperjual belikan bagai barang rongsokan,
sebagai hamba sahaya di zaman
kerajaan Romawi? Bahkan
hingga kini….. di suatu zaman
yang mereka juluki zaman
kebebasan dan kemerdekaan, mereka teruskan tradisi itu.
Hanya saja,… kini mereka
bungkus dengan kata kontes
ratu kecantikan, yang
memperlombakan ukuran tubuh
terbaik bagi para lelaki hidung belang.Bagi mereka, kau tidak
lebih dari sekerat tebu segar,
yang setelah manis sepah
dibuang…. Kemudian belum puas
dengan itu mereka masih
melolong bahwa Islam menzalimi hak- hak wanita…sungguh
sebuah penyesatan dan
pendustaan yang nyata. Ukhti
Muslimah….!!! Usaha perbaikan
dirimu adalah sebuah
cita-cita abadi dan tujuan yang mulia serta harapan seluruh
Arsitek bagi proyek perbaikan
umat. Karena mereka tahu,
kunci perbaikan umat ini ada
pada dirimu, jika dirimu baik…
maka baiklah seluruh umat ini. Demi Allah..!!! berpeganglah
dengan tali ajaran agama ini.
Laksanakan segala perintahnya.
Jangan langgar larangannya,
apalagi mempersempit hukum
haramnya. Karena semua itu hanya akan lebih mengekang
kehidupanmu sendiri. Karena
tiada keadilan yang lebih luas
dari keadilan Islam terhadapmu
dan kaummu. Jika kau lari dari
keadilan Islam, kau hanya akan menemui kedzaliman dunia
terhadap hak-hak
kehidupanmu. Berpeganglah
sebagaimana Umahatul Mukminin
mencontohkannya dalam
kehidupan sehari hari mereka. Teladani isteri-isteri para
sahabat dan kaum Muslimin
yang telah membuktikan nilai
keindahan permatamu. Ukhti
Muslimah…!!! Ketahuilah agama ini
bukan hanya di mulut, tetapi ia menuntut adanya amal
nyata. Laksanakan perintah-
perintahnya dan jauhi
larangan-larangannya,
walaupun tanpa kalimat
“jangan”. Sesungguhnya kamu tidak perlu
pengakuan timur dan barat
karena kemuliaanmu dan harga
dirimu telah ada sejak kau di
lahirkan, dan bagi kami wahai
Ukhti Muslimah,.. kau lebih mulia dari sekadar makhluk yang
tergoda gemerlapnya dunia dan
jeritan pekikan mungkar yang
di sifatkan dengan “suara
keledai” (Qs. Luqman 19) oleh
Sang Maha pencipta. Kami tak rela melihatmu
tenggelam dalam tipuan mereka
yang selalu ingin
menghinakanmu dengan
berpura-pura memujimu, tetapi
melucuti pakaian dan menelanjangimu di depan mata
jutaan bahkan milyaran manusia
di dunia. Mereka hanya
menginginkan
kehormatanmu sama seperti
binatang yang memang tidak pernah berpakaian. Mereka
hanya menginginkanmu
mencoreng-coreng mukamu
dengan polesan-polesan yang
merusak wajah aslimu yang
indah hasil ciptaan yang Maha Indah. Kami tak rela melihatmu
tenggelam
dalam tipuan mereka yang selalu
ingin menghinakanmu dengan
berpura-pura memujimu, tetapi
melucuti pakaian dan menelanjangimu di depan mata
jutaan bahkan milyaran manusia
di dunia. Mereka hanya ingin
menjadikanmu pemuas nafsu
setan-setan jantan berhidung
belang. Mereka hanya ingin menjadikanmu bagaikan tong
sampah yang hanya diisi benih-
benih buruk dan tercela. Demi
Allah kami tidak rela.
Karena bagi kami kau sangat
berharga, bagi kami kau adalah pelengkap kehidupan duniawi
dan Ukhrawi, maka besar jualah
harapan kami padamu… Ukhti
Muslimah….!!! Seorang Muslimah
tidak pantas untuk
menjadi keranjang sampah yang menampung berbagai budaya
hidup dan akhlak yang buruk.
Apalagi budaya barat dengan
berbagai kebiasaannya yang
terlihat kotor dan menjijikkan
itu. Seorang Muslimah harus mandiri
dalam memilih cara hidupnya
sendiri, tentu semuanya
berangkat dari acuan “Firman
Allah” dan “Sabda Nabi-Nya
Shalallahu “Alahi Wasallam.” Seorang Muslimah selalu ingat
bahwa pada suatu hari dahulu
Rasulullah Shalallahu “Alahi
Wasallam. Pernah bersabda:
“Barang siapa yang meniru
(kebisaaan) suatu kaum, maka ia (termasuk) golongan
mereka”. Maka ia sangat
berhati hati dan kritis dalam
menentukan tatacara hidup,
berpakaian, dan bermu’amalah.
“Barang siapa yang meniru (kebisaaan) suatu kaum, maka ia
(termasuk) golongan mereka”.
al-hadits. Ukhti Muslimah….!!!
Engkau adalah puncak. Engkau
juga
kebanggaan dan lambang kesucian. Engkau menjadi
puncak dengan Al-Qur’an. Dan
menjadi kebanggan dengan
Iman serta lambang kesucian
dengan hijabmu dan berpegang
pada ajaran agama ini. Lalu mengapa ada lambang kesucian
yang malah meniru cara hidup
yang najis. Bagi umat ini, Ibu
adalah
Madrasah terbaik jika ia benar
benar sudi mempersiapkan dan mengajari serta mendidik
generasinya. Kiprah seorang Ibu
dalam membentuk generasi Umat
terbaik dan Mujahid
penyelamat serta pengawal
hukum hakam Allah adalah sangat penting. Lihatlah para
pahlawan kita,
mereka yang telah
membuktikan dengan nyataa
keberanian dan keikhlasan
mereka dalam memperjuangkan tegaknya Kalimatullah… mereka
semua tidak lepas dari
sentuhan lembut para ibu yang
dengan sabar dan tanpa bosan
terus mendidik mereka untuk
menjadi mahkota bagi agama ini. Sadarilah!!!! Kewajiban seorang
ibu bukan
hanya memilihkan pakaian yang
sesuai bagi anaknya atau
memberikan makanan yang
terbaik baginya. Sungguh tanggung jawab ibu jauh lebih
besar dari sekadar itu semua,
karena itulah kami sangat
memerlukan seorang Isteri dan
ibu yang bisa mendidik anaknya
dengan dien Allah dan Sunnah Nabi-Nya Shalallahu ‘Alahi
Wasallam. Kami memerlukan
wanita yang
bisa mengajari anak
perempuannya untuk menutup
auratnya dan berhijab dengan baik. Mendidiknya untuk
mempunyai sikap malu dan
berakhlak mulia. Kami tidak
sedikitpun membutuhkan wanita
yang hanya bisa mendidik
anaknya untuk bertabarruj dan bernyanyi serta menghabiskan
waktunya bersama televisi dan
film-film yang berisi “Binatang-
binatang” yang di puja. Kami
juga tidak membutuhkan
wanita yang hanya bisa membiasakan anak
perempuannya berpakaian mini
sejak kecil. Di mata kami wanita
seperti itu bukanlah seorang Ibu,
tetapi ia lebih tepat untuk
di sebut sebagai racun bagi kehidupan anaknya sendiri. Ibu
yang seperti itu tidak
bertanggung jawab dan
pengkhianat umat dan agama ini,
serta menzalimi anaknya
sendiri. Kami memerlukan wanita suci
yang bisa mengajari anak-
anaknya taat kepada Rabbnya,
karena melihat ibunya selalu
ruku’ dan sujud. Kami
memerlukan wanita suci yang bisa mengajari anak- anaknya
taat kepada Rabbnya, karena
melihat ibunya selalu ruku’ dan
sujud. Kami memerlukan seorang
ibu
yang bisa memenuhi rumahnya dengan alunan suara Al Qur’an
bukan alunan suara-suara
setan atau namimah serta
ghibah yang sangat dibenci oleh
Allah dan RasulNya, supaya
rumahnya menjadi rumah yang sejuk dan tenang serta bersih
dari unsur unsur najis nyata
atau maknawi. Kami memerlukan
wanita yang
dapat mengajari anak-anaknya
untuk selalu bertekad mencari Surga Allah bukan hanya
mengejar kenikmatan harta
dunia. Kami memerlukan wanita
yang
bisa mengajari anaknya untuk
siap melaksanakan Jihad fi Sabilillah serta menyatakan
permusuhannya kepada musuh-
musuh Allah. Kami memerlukan
wanita yang
bisa mengajari anaknya untuk
mendapatkan kehidupan abadi di sisi Rabbnya sebagai Syahid
dalam perjuangan membela
kalimatullah yang mulia. Kami
memerlukan
wanita yang bisa
mengajari anaknya untuk siap
melaksanakan Jihad fi
Sabilillah serta menyatakan
permusuhannya
kepada musuh-musuh
Allah. Ukhti Muslimah….!!! Kami memerlukan wanita yang selalu
mengharap pahala dalam
melayani suaminya, hingga ia
selalu taat dan menghiburnya
serta tidak pernah sedikitpun
ingin melihat wajah murung sedih sang suami. Kami memerlukan
wanita yang
selalu menjaga dien anak-
anaknya sebagaimana ia selalu
menjaga kesehatan mereka.
Salam hormat dari kami…. Salam hormat dari kami Kepada
wanita yang sukses menjaga
hubungannya dengan Rabbnya.
Dapat beristiqomah pada
Diennya. Dan dapat
mempertahankan hijabnya di tengah badai cercaan lisan
mereka yang jahil. Salam hormat
dari kami….. kepada wanita yang
selalu
tegas menjaga dirinya dari ber-
Ikhtilat dengan lawan jenisnya yang bukan mahramnya, dan
menjaga dirinya dari pandangan
lelaki yang di hatinya masih ada
penyakit dan lemah. Salam
hormat kepada wanita yang
selalu menjaga agar dirinya tidak menjadi pintu masuk bagi
dosa dosa dari berbagai jenis
perzinaan. Salam hormat dari
kami…..
Kepada wanita yang selalu
sigap menutupi keindahan tubuh dan wajahnya dengan
hijab tetapi selalu memperindah
diri di hadapan sang suami
tercinta. Ia tahu bagaimana
menjaga dirinya dengan tidak
bepergian sendiri agar tetap terlihat mulia bahwa ia adalah
wanita yang terjaga. Demi Allah
Ukhti …. Wanita- wanita yang
seperti itulah
kebanggan umat ini, mereka
juga perhiasan masyarakat Islami, karena siapa lagi yang
akan menjadi kebanggan itu
kalau bukan mereka? Bukan
wanita yang selalu mengumbar
aurat lengkap dengan berbagai
polesan Tabarruj dan potongan-potongan pakaian
yang menjijikkan ditambah lagi
cara berjalan yang meliuk-liuk
bagaikan unta betina itu. Bukan
pula wanita yang
waktunya habis di pasar-pasar malam dan Supermarket atau
Mal? Kehidupannya hanya
untuk melihat harga ini dan
harga itu, toh semuanya juga
tidak terbeli…. Bagi kami
mereka adalah perusak kesucian Islam, mereka tidak
pantas menyandang nama mulia
sebagai “Muslimah” karena
mereka justeru melakukan
pembusukan dari dalam. Ukhti
Muslimah…!!! Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini
hanya sebuah persinggahan,
bersiaplah untuk meneruskan
perjalanan ke negeri abadi,
jangan sampai engkau lena…
Persiapkanlah bekalmu dengan memperbanyak amal sholeh,
sebagaimana kau persiapkan
dirimu dengan baik jika kau
akan berangkat menghadiri
pesta penikahan atau bepergian
ke tempat teman atau saudaramu. kini kau pasti
akan melakukan
suatu perjalanan yang tidak
dapat kau elakkan lagi, hari
dan waktunya pasti datang…
lalu apakah engkau telah siap..???? kau akan melakuakn
suatu perjalanan yang
membawamu hilang dari ingatan
seluruh manusia, baik saudara
atau sahabat, tetapi
sebenarnya kau masih bisa mengabadikan namamu jika kau
ingin melakukannya, tirulah apa
yang di lakukan oleh Masyitah,
atau Asiah
(isteri Fir’aun) , atau Mariam
binti Imran Ibu Nabi Isa yang mulia, atau A’isyah binti Abu
Bakar
Radhiallahu ‘Anha. Yang telah
membuktikan kepada dunia
akan harga diri seorang wanita
serta kejeniusannya. Lihatlah betapa nama mereka
harum dan kekal, namanya
pasti kan sampai ke telinga
orang terakhir yang terlahir di
bumi ini nanti. Sebagai bukti
bahwa sang pemilik nama juga sedang hidup kekal bahagia di
Jannah Rabbil Alamin. Tetapi coba
bandingkan dengan
mereka yang tertipu dengan
gemerlap dunia, apalagi ia
menjadi terkenal hanya karena ia terlalu berani mengumbar
auratnya, atau ia berani
memasang tarif yang tinggi
untuk harga dirinya, apakah
semua itu memberinya manfaat
setelah mulutnya dipenuhi dengan tanah di liang kubur?
Berhati hatilah..jangan sampai
kau terjerumus pada
jurang yang sama, hingga kau
akan menyesal di hari yang
sudah tiada berguna lagi arti sebuah penyesalan.
Ikhwanukunna Fillah, Mujahid Fi
Sabilillah. Oleh : Abu Ikrimah Al-
Bassam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: