VO BACELL MUSLIM

Beranda » Keluarga Muslimah » Dari Dapur, Wanita Menuju Surga

Dari Dapur, Wanita Menuju Surga

Gambar

Salah satu pesan orang tua kepada para anak perempuannya adalah

” Cinta suami berawal dari perut”.

Ketelatenan seorang wanita dalam memberikan hidangan

yang memanjakan lidah bagi suaminya,

ternyata memang tidak hanya berhasil memikat kasih sayang dan perhatiannya,

namun juga terbukti berhasil

menghidangkan kebahagiaan bagi rumah tangga mereka.

Betapa tidak,

suami mana yang tidak akan damai

melihat sang istri begitu serius merawat dan melayaninya,

serta perduli pada hal terinci termasuk pada jam makannya.

Bagi suami yang sangat pintar menghargai,

hal ini membuat kekurangan wanita yang menjadi istrinya

seolah termaklumi oleh perbuatannya

merawat dan menjaga cita rasa lidah sang suami.

Dan tentunya bagi si istri, kebahagiaan sudah pasti dituainya

karena kesenangan dan ridho suami

memanglah menjadi tujuan akhir dari perjuangan wanita muslimah.

Maka, betapa disayangkan

jika masih ada beberapa orang yang berpikir

bahwa dapur bukanlah tempat wanita modern dalam `berkarir`.

Bahkan sebagian dari mereka dengan ikhlasnya

berbagi pahala dengan para pembantu

bahkan menyerahkan semuanya kepada pembantu.

Beribu alasan kesibukan dan ketidakmampuan diberikannya,

Termasuk alasan bahwa jaman sekarang

pekerjaan rumah hanya menghambat perkembangan kreatifitas wanita.

Hanya orang- orang yang belum mengerti kedamaian sebuah melayani,

yang akan berpikiran bahwa pekerjaan dapur hanya merendahkan wanita.

Begitulah pendapat kebanyakan mereka,

biasanya didapur, masa depan wanita…tamat.

Namun hal ini berbeda dengan pikiran para wanita

yang menjunjung tinggi sebuah keikhlasan.

Melayani bukan berarti memasrahkan diri menjadi pelayan.

Melayani berarti meninggkatkan derajat diri,

dari yang semula hanya berpikir tentang diri sendiri,

dengan usaha yang keras dia tanggalkan ego

untuk membahagiakan orang lain.

MasyaAllah, ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan,

tapi juga tidak mustahil dijalankan.

Wanita ajaib seperti apa yang dapat berbuat seperti ini,

kecuali akan menjadi berkah bagi pasangannya.

Betapapun pekerjaan rumah begitu beratnya,

betapapun banyak kesibukan diluar yang menyita waktu mereka,

namun seorang wanita sholehah

akan tetap memfokuskan bahwa keluarga adalah nomor satu,

dan karena memang itulah tanggung jawab sesungguhnya baginya,

dari Allah Sang Maha Penguasa.

Pikirannya akan dengan sadar menggiringnya

untuk selalu menyempatkan waktu

menyiapkan apa yang dia bisa hidangkan untuk suami tercinta.

Selanjutnya, pahala baginyapun akan mengalir dengan deras

dan tiket untuk masuk ke dalam surga Allah, InsyaAllah akan digenggaman. Memangmasih banyak cara

untuk membahagiakan suami kita

selain dengan memasakkan makanan kesenangan beliaunya.

Namun, adakah cara yang lebih indah

untuk memenuhi selera makan mereka

selain dengan memenuhinya dengan tangan kita sendiri.

Pastilah sebuah kebanggaan bagi kita

Dapat merawat suami sebagai bagian dari amanah kita

yang kita lakukan dengan tangan kita sendiri,

dan menjadikan kita pribadi yang dapat dipercaya dalam menjaga amanah.

Maka jangan pernah menyepelekan titipan Allah,

dan jangan menunggu sampai titipan itu diambil Allah

barulah kita menyadari kekeliruan kita.

Maka sebaiknya kita mulai menumbuhkan rasa malu,

saat mengetahui bahwa sang suami cenderung menyukai penganan di luar

dan atau buatan orang lain.

Manfaatkan waktu sebaik mungkin belajar,

Karena sungguh Allah menyediakan surga

bagi hambaNya yang bersungguh- sungguh dalam belajar.

Siapapun anda,

apapun kedudukan dan pekerjaan serta kesibukan saat ini,
jangan pernah menganggap remeh hasil karya

yang terolah dengan tangan kasih sayang anda

dari sebuah ruangan kecil yang bernama dapur.

Kebahagiaan suami, perhatian dan kasih sayangnya

Dapat anda ikat dari sana.

So, mengapa tidak buru- buru memulainya sekarang?
Selamat berburu pahala… (Syahidah)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: