VO BACELL MUSLIM

Beranda » Keluarga Muslimah » Karena Mereka Adalah Diriku

Karena Mereka Adalah Diriku

Semua makhluk Allah di bumi,
membutuhkan sebuah ketenangan dan
kedamaian untuk meneruskan hidup.
Bayangkan ketika kita berada pada
kondisi yang segalanya serba tersedia
dan mewah, namun pikiran kita kacau dan hati begitu kering. Maka semua nikmat
tersebut hanya akan terasa seperti
sekedar lewat dan pergi begitu saja tiada
terkesan. Hiduppun terasa akan sangat
kacau balau walau orang lain melihat kita
dalam kesempurnaan. Maka tidak disangkal lagi, bahwa kedamaian dan
ketenangan batin, sebenarnya adalah hal
primer yang menjadi kebutuhan manusia. Tapi… Dari manakah kita bisa mendapat
kedamaian itu, kedamaian yang akan ada
seterusnya menyertai kita, dan bukan
hanya sekedar kamuflase sesaat saja?. Saudaraku, bahkan semua itu adalah
sangat mudah untuk ditemukan.
Bahagiakan orang lain karena mengharap
ridho Allah, maka hidupmu Insyaallah akan
terasa bahagia. Memperlakukan orang lain sebaik kita
memperlakukan diri sendiri, adalah seperti
membuka lebar- lebar kesempatan untuk
kebaikan agar selalu menyertai kita. Dan
begitu kebaikan selalunya ada bersama
kita, maka insyallah kedamaian akan dengan mudahnya datang kepada kita. …Memperlakukan orang lain,
sebaik kita memperlakukan diri
sendiri, adalah seperti membuka
lebar- lebar kesempatan bagi
banyak kebaikan agar selalu
menyertai kita… Saudaraku, masih ingatkah kita tentang
sabda Rasulullah berikut ini, “Berilah
makan budakmu dengan makanan yang
biasa kamu makan dan berilah mereka
pakaian dengan pakaian yang biasa kamu
pakai. Janganlah kamu menyiksa makhluk Allah“. (HR. Bukhari). tanpa melihat kedudukan dan apapun dari
orang tersebut, beliau mengajarkan kita
untuk tetap berlaku baik dan santun
bahkan kepada para budak sekalipun. Ingatlah pula tentang bagaimana beliau
memperlakukan pembantu dan
pekerjanya. Ketika pembantu kecil Nabi
Muhamamd saw. sedang sakit, beliau
membesuk dan duduk di dekat kepalanya,
seraya mengajaknya untuk masuk Islam. Pembantu kecil itu masuk Islam, maka Nabi
Muhammad gembira seraya berkata,
“Segala puji bagi Allah swt yang telah
menyelamatkan dirinya dari api neraka.” Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
juga senantiasa menjaga kehormatan
seseorang, memulyakan seseorang,
melaksanakan hak-hak seseorang. Beliau
tidak pernah mengumpat, menjelekkan,
melaknat, menyakiti, dan tidak merendahkan seseorang. Dan, ketika
hendak menasehati seseorang, beliau
berkata, “Kenapa suatu kaum
melaksanakan ini dan itu? Artinya, beliau
tidak langsung menyalah orang tersebut.
Bahkan Beliau juga bersabda, ”Barangsiapa menutupi aib seorang
muslim, maka Allah menutupi aibnya di
dunia dan akhirat. Siapa yang
mengenyahkan kesusahan dari berbagai
macam kesusahan di dunia dari orang
mukmin, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari berbagai macam
kesusahan pada hari kiamat. Siapa yang
memudahkan orang yang kesulitan, maka
Allah memudahkan hisabnya” (HR. Muslim) Subhanallah, betapa mulianya akhlak
beliau. Betapa mulianya ajaran yang
diwariskan untuk kita. Dan memanglah
benar bahwa dengan membahagiakan dan
memuliakan orang lain, bukan justru akan
merugikan dan merendahkan kita, namun sebaliknya, akan menjadikan kita pribadi
yang mulia dihadapan manusia dan
InsyaAllah mulia dihadapan Allah. Lalu, Mengapa masih ada dari kita yang
harus selalu menuntut orang lain untuk
menjadi sumber kebahagiaan bagi diri
kita, bukankah akan lebih elegan jika
hebatkan diri kita dengan menjadi
pemasok kedamaian bagi batin orang lain dengan memperlakukan mereka secara
baik, bahkan lebih baik?. Mungkin banyak dari kita yang
mengeluhkan bahkan saat kita telah
mencoba sebaik- baiknya untuk berbuat
baik kepada orang lain, namun mereka
tetap saja berbuat jahat kepada kita.
Namun yakinlah saudaraku, bahwa kebaikan yang kita lakukan tidak akan
pernah sia- sia. Dan kebaikan itu juga
seperti sebuah bumerang yang efeknya
akan kembali kepada diri kita kembali.
Sabar itu tidak memiliki batas seperti
halnya surga yang begitu luas yang insyaallah akan menjadi hak milik bagi
setiap kita yang memilih untuk tetap
menjadi pribadi baik dan membaiki orang
lain. Dan Hal ini hanya akan berlaku untuk
para hambanya yang yakin. Yakin pada
kebesaran dan keadilan Allah, yang maha atas segala- galanya. … Hanyalah manusia mulia yang
dapat memperlakukan
sesamanya dengan mulia… Mari kita belajar tentang keindahan kasih
sayang Allah atas kita. Di dunia ini benar-
benar tiada hal yang lebih indah
melainkan Allah, tiada yang lebih
mendamaikan melainkan Allah. Kasih
sayang Allah adalah yang maha mempesona. Darinya kita banyak belajar
tentang banyak keindahan yang tidak
akan dapat dihitung dengan pikiran
manusia. Allah tetap mencintai kita dan
memperlakukan diri kita secara sangat
baik, betapapun kita selalu mengkhianati Allah sepanjang waktu. Marilah pula kita
belajar tentang kemuliaan akhlak Baginda
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang
selalu santun dan baik dalam
kesehariannya . Dari beliau kita belajar
bahwa, hanyalah manusia mulia yang dapat memperlakukan sesamanya dengan
mulia. Sungguh, tidak ada yang lebih
menyejukkan selain sebuah akhlak yang
baik, yang tercermin dari ketulusan kita
untuk memberikan yang terbaik yang kita
bisa untuk orang lain. Perlakukan orang
lain dengan baik, sebaik kita ingin diperlakukan baik oleh mereka, hanya
karena Allah saja. Bukan karena niat ingin
dipuji apalagi dicintai secara lebih oleh
manusia. Memang akan susah untuk
dilakukan, namun ingatlah saudaraku,
bahwa kebanyakan manusia lazim melakukan yang dilakukan manusia
kebanyakan. Maka istimewakan dirimu
dengan hal yang akan sulit rasanya di
awal tapi insyaallah akan berakhir pada
kemuliaan atas dirimu. Dan sebuah
kemuliaan seorang manusia, tentu saja akan tetap akan ada, bahkan saat
manusia tersebut sudah tiada. Insyaalllah… (Syahidah)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: