VO BACELL MUSLIM

Beranda » Knowlegde » Takut kepada Allah

Takut kepada Allah

Takut kepada Allah
merupakan kewajiban. Dalilnya
adalah al- Qur’an dan as-
Sunnah. Adapun dalil al-
Qur’an adalah firman Allah:
Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan
yang menakut-nakuti (kamu)
dengan kawan-kawannya
(orang-orang musyrik
Quraisy), karena itu janganlah
kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu,
jika kamu benar- benar orang
yang beriman. (Qs. Ali-‘Imran
[3]: 175). Karena itu janganlah
kamu takut kepada manusia,
(tetapi) takutlah kepada-Ku. (Qs. Al- Maa’idah [5]: 44).
Sesungguhnya orang-orang
yang beriman itu adalah
mereka yang apabila disebut
nama Allah gemetarlah hati
mereka, … (Qs. al-Anfaal [8]: 2). Hai manusia, bertakwalah
kepada Tuhanmu;
sesungguhnya kegoncangan
hari kiamat itu adalah suatu
kejadian yang sangat besar
(dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat
kegoncangan itu, lalailah
semua wanita yang menyusui
anaknya dari anak yang
disusuinya dan gugurlah
kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat
manusia dalam keadaan
mabuk, padahal sebenarnya
mereka tidak mabuk,
akan tetapi azab Allah itu
sangat keras. (Qs. al-Haj [22]: 1-2). Dan bagi orang yang
takut akan saat menghadap
Tuhannya ada dua surga. (Qs.
ar-Rahman [55]: 46). Adapun
kewajiban memiliki rasa takut
berdasarkan as-Sunnah dapat dilihat dari apa-apa
yang disebutkan secara
langsung (manthuq) atau
berdasarkan mafhum dari
hadits-hadits berikut: • Dari
Abu Hurairah r.a. ia berkata, aku mendengar Rasulullah
Saw bersabda: Ada tujuh
golongan yang akan dinaungi
Allah di bawah naungan- Nya,
pada hari yang tidak ada
naungan kecuali naungan-Nya, yaitu Pemimpin yang adil;
Pemuda yang senantiasa
beribadah kepada Allah
semasa hidupnya; Orang yang
hatinya senantiasa terpaut
dengan masjid; Dua orang yang saling mencintai kerena
Allah, keduanya berkumpul
dan berpisah kerena Allah;
Seorang lelaki yang diajak
oleh seorang perempuan yang
cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia
berkata, “Aku takut kepada
Allah!”; Orang yang memberi
sedekah tetapi dia
merahsiakannya seolah-olah
tangan kirinya tidak mengetahui apa yang
diberikan oleh tangan
kanannya; dan seseorang
yang mengingat Allah di
waktu sunyi sehingga
bercucuran air matanya. • Dari ‘Adiy bin Hatim r.a., ia
berkata; Rasulullah Saw
bersabda: Tidak ada seorang
pun di antara kalian kecuali
akan diajak bicara oleh Allah
tanpa penerjemah. Kemudian ia menengok ke kanan, maka
ia tidak melihat kecuali apa
yang pernah dilakukannya (di
dunia). Ia pun menengok ke
kiri, maka ia tidak melihat
kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Lalu ia
melihat ke depan maka ia
tidak melihat kecuali Neraka
ada di depan wajahnya.
Karena itu jagalah diri kalian
dari Neraka meski dengan sebutir kurma. [Mutafaq
‘alaih]. • Dari Abu Hurairah
r.a., sesungguhnya Rasulullah
Saw bersabda: Jika seorang
mukmin mengetahui siksaan
yang ada di sisi Allah, niscaya tidak ada seorang pun yang
tidak mengharapkan surga-
Nya. Jika orang kafir
mengetahui rahmat yang ada
di sisi Allah, niscaya tidak ada
seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya. [HR. Muslim].
• Dari Abu Hurairah r.a., dari
Nabi Saw, tentang perkara
yang diriwayatkan beliau dari
Tuhannya. Allah berfirman:
Demi kemulian-Ku, Aku tidak akan
menghimpun dua rasa takut
dan dua rasa aman pada diri
seorang hamba. Jika ia takut
kepada-Ku di dunia, maka Aku
akan bemberikannya rasa aman di Hari Kiamat. Jika ia
merasa aman dari-Ku di dunia,
maka Aku akan memberikan
rasa takut kepadanya di Hari
Kiamat. [HR. Ibnu Hibban dalam
kitab shahihnya]. • Dari Ibnu Abas, semoga Allah meridhai
keduanya, ia berkata; ketika
Allah menurunkan ayat ini
kepada Nabi-Nya: Wahai
orang-orang yang beriman
jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang
bahan bakarnya adalah
manusia dan bebatuan. (Qs.
at-Tahrim [66]: 6); Pada suatu
hari Rasulullah saw.
membacakan ayat ini kepada para sahabat, tiba-tiba ada
seorang pemuda yang
terjungkal pingsan. Kemudian
Nabi Saw meletakkan tangan
beliau di atas hatinya, dan
ternyata masih berdetak jantungnya. Kemudian Nabi
Saw bersabda, “Wahai anak
muda ucapkanlah: ‘Tidak ada
Tuhan selain Allah’”, maka
pemuda itu pun
mengucapkannya. Kemudian beliau memberikan kabar
gembira
kepadanya dengan surga.
Para sahabat berkata,
“Wahai Rasulullah!, apakah
pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah
bersabda; apakah kalian tidak
mendengar firman Allah: Yang
demikian itu (adalah untuk)
orang-orang yang takut
(akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut
kepada ancaman-Ku. [HR.
Hakim, ia menshahihkannya
dan disepakati oleh Adz-
Dzahabi]. • Dari ‘Aisyah r.a.,
ia berkata; Wahai Rasulullah Saw!, Allah pernah berfirman
Allah: Dan orang-orang yang
memberikan apa yang telah
mereka berikan, dengan hati
yang takut, (karena mereka
tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada
Tuhan mereka (Qs. al-Mukmin
[23]
: 60); adalah ditujukan kepada
orang yang berzina dan
minum khamr. Dalam riwayat Ibnu Sabiq dikatakan,
“Apakah ditujukan pada
orang yang berzina, mencuri,
dan minum khamr, tapi meski
begitu dia takut kepada
Allah?” Rasulullah Saw bersabda, “Bukan”. Dalam
riwayat Waki dikatakan,
“Bukan, Wahai Putri Abu
Bakar Ash-Shiddiq, tapi ia
adalah orang yang
menunaikan shaum, shalat, dan sedekah; dan ia merasa
khawatir ibadahnya tersebut
tidak diterima.” [HR. Al-
Baihaki dalam Asy-Sya’by, Al-
Hakim dalam Al-Mustadrak, ia
menshahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabi]. •
Dari Tsauban r.a., dari Nabi
Saw, beliau bersabda: Aku
akan memberitahukan
beberapa kaum dari umatku.
Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan
seperti gunung Tihamah yang
putih. Tapi Allah
menjadikannya bagaikan debu
yang bertebarkan. Tsauban
berkata, “Wahai Rasulullah, sebutkanlah sifat mereka dan
jelaskanlah keadaan mereka
agar kami kami tidak
termasuk bagian dari mereka
sementara kami tidak
mengetahuinya.” Rasulullah Saw bersabda, “Ingatlah!,
mereka adalah bagian dari
saudara kalian
dan dari ras kalian. Mereka
suka bangun malam
sebagaimana kalian, tapi mereka adalah kaum yang
jika tidak dilihat oleh siapa
pun ketika menghadapi
perkara yang diharamkan
Allah, maka mereka
melanggaranya.” [HR. Ibnu Majah. Al-Kinani penulis buku
Mishbah Al-Zujajah berkata,
Isnad hadits ini shahih, para
perawinya terpercaya]. •
Abdullah bin Mas’ud
menceritakan kepada kami dua hadits, salah satunya
berasal dari Nabi Saw dan
satu lagi dari dirinya sendiri ia
berkata: Sesungguhnya orang
yang beriman akan melihat
dosa- dosanya seolah-olah ada di atas gunung. Ia takut
(dosa itu) jatuh menimpanya.
Sedangkan orang yang jahat
akan melihat dosa- dosanya
seperti lalat yang
menghampiri hidungnya, kemudia ia berkata mengenai
dosanya, “Seperti inikah?”
Abu Syihab berkata dengan
tangannya – yang
diletakkan– di atas
hidungnya. [HR. Bukhari] Khatimah Semoga dengan
ayat-ayat dan hadits-hadits
yang menerangkan wajibnya
takut kepada Allah SWT di
atas, hati kita menjadi bening
karena ketaqwaan kepada Allah SWT. Sebagaimana
dijelaskan dalam riwayat
hadits dari Abdullah bin Amru,
ia berkata: Ditanyakan
kepada Rasulullah Saw
manusia manakah yang paling utama? Rasulullah Saw
bersabda, “Orang yang
bening hatinya dan jujur
lisannya.” Para shahabat
berkata, “Wahai Rasulullah!,
Kami sudah mengetahui maksud ‘jujur lisannya’,
namun apa yang dimaksud
dengan ‘bening hatinya’?”
Rasulullah Saw bersabda,
“Adalah hati yang takut
(kepada Allah) dan bersih. Di dalamnya tidak ada dosa,
sifat jahat, kedengkian, dan
iri.” [Al- Kinani berkata,
“Sanad hadits ini shahih”. Al-
Baihaki meriwayatkannya
dalam kitab sunannya dari arah tersebut]. [Muhammad
al-Khaththath]

%d blogger menyukai ini: