VO BACELL MUSLIM

Beranda » Keluarga Muslimah » Belajarlah, Ukhti Muslimah.. !!

Belajarlah, Ukhti Muslimah.. !!

Muslimah yang dirahmati Allah, Allah telah
memerintahkan kita untuk
menuntut ilmu sepanjang hayat.
Perintah dalam kaidah fiqh
adalah sebuah kewajiban.
Bertambahnya umur kita bukan berarti gugurnya sebuah
kewajiban, apalagi kewajiban
yang satu ini. Sungguh sebuah
kesalahan besar bila menganggap
belajar bagi seorang wanita
terhenti saat dia mulai berumah tangga, “ujung-ujungnya juga
ke dapur”, begitu anggapan
“mereka”. Belajar adalah kemestian dan
keharusan. Bukan hanya
manusia, bahkan hewan
sekalipun. Lihatlah kucing liar
harus belajar memahami gaya
hidup manusia jika ingin menjadi hewan kesayangan di rumah.
Lihat pula ketekunan anjing
untuk terus belajar
menyenangkan hati tuannya.
Perhatikan pula hewan-hewan
lain yang terus berusaha untuk berdiri, berjalan, hingga mencari
makan sendiri. Apalagi seorang
manusia yang telah diberi
amanah oleh Allah dengan
akalnya yang mengagumkan.
Bukankah ayat yang pertama kali diturunkan kepada Nabi
Muhammad saw adalah perintah
untuk membaca. Membaca adalah
belajar, menuntut ilmu. Sungguh
mengagumkan perintah Allah ini,
perintah yang sangat agung hingga Dia mengulanginya sampai
tiga kali. Ada pepatah mengatakan di balik
seorang yang besar ada seorang
wanita yang agung pula. Ini
menjadi rahasia seorang bunda
jika ingin kelak tersenyum saat
melihat buah hatinya menjadi “orang”. Ya, benar bunda, jika
kita ingin buah hati kita menjadi
anak-anak yang hebat,
bukankah seharusnya kita mulai
dari diri kita dahulu??!! Bersenjatakan ilmu,
menggenggam dunia dengan ilmu,
menjadi tugas kita untuk sukses
mendidik buah hati. Caranya??
Tak begitu sulit jika kita pandai
memenej waktu belajar kita… Mulakan dengan membesarkan
makna belajar, jangan malah
mengecilkan makna belajar.
Belajar bukan hanya duduk di
bangku di dalam kelas atau
memegang buku dan pena. Jika seperti ini, maka 24 jam waktu
yang kita punya sepenuhnya bisa
menjadi waktu belajar, dikurangi
waktu tidur. Ketika makna
belajar kita perluas, maka ketika
kita menonton, kita hanya akan menonton acara yang menambah
wawasan kita, bukan sebaliknya.
Jika kita mendengar lagu bahasa
asing, kita akan
menggunakannya untuk sarana
belajar, bukan hanya hiburan semata. Jika kita membuka
internet, perpustakaan terluas
yang tak terbatas, kita akan
memanfaatkan berjuta ilmu di
dalamnya tanpa halangan
apapun, bukan malah sebaliknya. Belajarlah dari alam, dari jalan,
dari teman, dari anak kecil,
orang tua, bahkan dari hewan
sekalipun. Selalu biasakan diri membaca.
Biasakan memiliki target berapa
lembar yang akan kita baca
setiap hari. Kebiasaan membaca
sangat baik untuk meremajakan
kemampuan berfikir kita. Karena otak seperti pisau, semakin
diasah akan semakin terasah.
Namun sebaliknya, jika dibiarkan
akan tumpul, hingga akhirnya
tak bisa diajak berfikir. Ia
memperkaya perbendaharaan kata kita, pengetahuan serta
ilmu kita. Ia adalah jendela dunia.
Ingin mengetahui dunia?? Buka
dulu jendelanya… Menulis inti dari bacaan yang
telah kita baca juga sebuah
metode pembelajaran yang
sangat efektif. Atau bisa juga
dimulai dengan menulis isi hati.
Jangan salah sangka menulis harus didahului dengan bakat.
Bukankah sehari-hari kita juga
menulis?? Sms, surat,atau
bahkan surat cinta untuk suami,
catatan belanja, atau malah
hutang mungkin. Ini semua adalah awal yang baik untuk
mengembangkannya menjadi
bermanfaat bagi diri sendiri
maupun orang lain. Ia melatih
otak kiri kita untuk mampu
menyusun ide dengan baik, juga melatih bahasa dan gaya
penyampaian kita. Dengan menulis, kita menuangkan
ide, gagasan, isi hati kita melalui
bahasa tulisan sehingga dapat
dibaca dan difahami orang lain.
Kita juga bisa mentransfer
pengetahuan dan hasil pembelajaran kita kepada orang
lain sehingga bukan hanya kita
saja yang dapat merasakan
manfaatnya. Kita juga dapat
meluapkan amarah dan
kekecewaan dengan tulisan, sehingga kemarahan itu tak
hanya tersalur dengan cara
halus namun mampu
menenangkan hati serta menjaga
kebersihan jiwa. Berdiskusi, mencoba memecahkan
masalah bersama teman dengan
akal dingin juga merupakan
metode pembelajaran yang
sangat baik. Ia mengajari kita
bagaimana menghargai ide, saran dan kritik orang lain. Diskusi juga
dapat memperkaya pengetahuan
kita, karena pengalaman setiap
orang berbeda-beda. Dengan
berdiskusi kita dapat saling
berbagi pengalaman, saran, serta pendapat masing-masing. Muslimah, kewanitaan kita tidak
seharusnya menghalangi kita
untuk terus maju, menghasilkan
karya sebagai kontribusi kita
terhadap Izzul Islam wal muslimin.
Sejarah banyak ditorehkan dengan tinta emas perjuangan
wanita-wanitanya. Ada wanita-
wanita anshor yang tak pernah
malu bertanya pada Rosul mulia,
demi sebuah ilmu. Ada sayyidah
Aisyah ummul mukminin ra, yang menghadiahkan hidupnya untuk
ilmu, menghafalnya dari suami
tercinta untuk kemudian
menyampaikannya pada para
sahabat yang banyak menimba
ilmu dari beliau sepeninggal Rosululllah. Ada ummu Rabi’ah
Ar-Ro’yi, yang senantiasa
mendorong anaknya untuk selalu
rakus terhadap ilmu hingga
menjadi ulama’ besar Madinah di
usianya yang sangat muda. Benar ukhti muslimah, mereka
adalah wanita-wanita agung, dari
tangan mereka terlahir manusia-
manusia agung pula. Masih
banyak ummu-ummu lain yang
membaktikan dirinya untuk ilmu demi masa depan anak-anaknya.
Termasukkah kita di dalamnya?? Ukhti, jadikan setiap waktu dan
gerakan kita adalah belajar.
Jangan biarkan kekecewaan
menghiasi hidup kita saat
kesempatan untuk belajar itu
menjauh tanpa dapat kita raih kembali. Saat kita berkata
“seandainya…seandainya dulu
aku begini dan begitu…”. Jangan pernah berhenti belajar
selama umur masih berpihak
pada kita. “Fa idzaa faroghta
fanshob…”. Jika telah selesai
dari satu urusan, maka kerjakan
urusan yang lain. Usahakan kita untuk selalu bergerak. Bahkan
semakin kita cepat bergerak,
semakin besar kemungkinan kita
melakukan hal yang besar untuk
diri dan umat serta Islam. Karena
semua orang sukses bergerak dengan cepat. Selamat belajar…semoga
bermanfaat…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: