VO BACELL MUSLIM

Beranda » Keluarga Muslimah » Isu Seputar Seks dan Kejiwaan Kaum Muslimin

Isu Seputar Seks dan Kejiwaan Kaum Muslimin

Pendidikan Seks Pendidikan seks dalam pandangan Islam tidak pernah dianggap tabu dan itu terbukti dari apa yang diriwayatkan para ulama Islam. (Islam mengaturnya dalam syari’at yang mulia) sebagaimana yang kemudian sampai kepada kita. Beberapa orang tua Muslim merasa malu untuk membicarakan masalah seks, terutama dengan keluarga mereka, yang justru seharusnya mereka lakukan. Mereka sering merasa lebih nyaman kalau pertanyaan seputar masalah seksual dipercayakan kepada orang lain. Kadang mereka membiarkan anak-anak mereka berada dalam ketidaktahuan, bahkan pada saat anak-anak memasuki usia pernikahan. Allah swt telah menurunkan Al Qur’an yang mulia sebagai panduan hidup manusia, memberikan pelajaran dalam kitab suci-Nya tentang reproduksi, penciptaan manusia, kehidupan keluarga, embriologi, menstruasi, dan sebagainya. Rasulullah saw telah utus kepada kita agar memberi teladan dan menerangkan kepada kita ketentuan Allah swt yang berkaitan dengan hal tersebut. Persoalan yang terjadi adalah masyarakat Islam dewasa ini jauh dari Islam dan merasa malu serta awam karena ketidaktahuan dan rasa tabu. Ajaran Islam mengatakan, “Jangan membeberkan rahasia kehidupan seksual dengan istrimu kepada orang lain atau keadaan fisiknya kepada orang lain.” Akan tetapi, Islam tidak melarang bertanya mengenai seks secara umum. Rasulullah saw bersabda, “Diberkatilah wanita-wanita Anshar yang tidak merasa malu mencari ilmu untuk agamanya.” Bagaimana orang tua memberi semangat anak-anak mereka untuk membaca Al Qur’an dan mengesampingkan pembahasan atau pemahaman Al Qur’an mengenai persoalan ini ? Sudah seharusnya manusia menyadari dari apa dia diciptakan. Dari situlah mereka akan memahami kedudukannya di muka bumi. Mereka juga harus memahami posisi mereka dalam kehidupan keluarga. “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam. Maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki…(QS. Al Baqarah ; 223) Bagaimana mungkin orang tua menolak menjawab pertanyaan mendasar dari anak-anak dan tidak memberi penjelasan yang jelas tentang seks kepada anak- anak mereka ? Bagaimana orang tua mengabaikan pertanyaan anak-anak mereka, ketika dengan begitu mudah mereka mengakses informasi mengenai persoalan ini yang kadang- kadang melalui jalur yang salah ? Bagaimana mungkin orang tua membungkam anak-anak mereka untuk mengetahui anatomi tubuh atau buku-buku biologi, dan menekankan bahwa hal tersebut pornografi, serta bukan suatu hal yang alamiah yang merupakan bagian dari kehidupan secara keseluruhan? Bagaimana orang tua dapat mencegah anak-anak melihat binatang yang secara alami melakukan reproduksi di depan mata mereka ? Bagaimana mungkin orang tua mengabaikan rasa takjub anak-anak melihat ada seorang wanita bisa mengandung dan melahirkan? Mungkin para orang tua berpikir bahwa semakin banyak mereka menjelaskan masalah tersebut, semakin tergoda anak-anak mereka dengan hal itu. Pendidikan seks bukanlah pemberian izin bagi anak-anak untuk mencoba. Akan tetapi, bertujuan agar anak-anak mengetahui anatomi dan fisiologi tubuh manusia, aktifitas seksual yang diperbolehkan dalam Islam dalam sebuah pernikahan, masalah reproduksi yang meliputi penjelasan mengenai haid, wiladah, nifas dan sebagainya. Juga agar anak-anak memahami hubungan kesehatan dan seksualitas, hal-hal yang dilarang Allah, tata cara pergaulan dalam Islam, tata cara pernikahan dan sebagainya. Pendidikan Seks Metode Islam Berlawanan dengan Kebudayaan Barat, Islam tidak menganggap pria dan wanita sebagai obyek pemuas seksual. Islam menjadikan seks di luar nikah sebagai perbuatan dosa besar, sementara seks dalam bingkai pernikahan dengan pasangan hidup adalah aktifitas ibadah. Islam mengenal dorongan seksual yang kuat dalam pernikahan untuk keperluan reproduksi. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah tujuan pernikahan, meskipun reproduksi diperlukan dalam pernikahan. Karena jika tujuan pernikahan adalah reproduksi, tentu Rasulullah saw telah menceraikan istri-istri yang tidak memberinya keturunan. Dalam pandangan Islam, pernikahan seorang pria dan wanita bukan sekedar mengatur finansial dan kehidupan bersama yang sah, akan tetapi cinta dan kebahagiaan juga menjadi bagian dari ikatan dan tujuan akhir dari pernikahan adalah mencari ridho Allah swt. Allah swt berfirman, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia mencipatakan untukmy istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum ; 21) Pendidikan seks Islam diajarkan di
rumah, sejak usia dini. Akhlak dalam hal seksual, ketentuan dalam syari’at, diajarkan terlebih dahulu sebelum anatomi dan fisiologi. Seorang ayah akan mengajar anak laki-lakinya dan ibu mengajar anak perempuan. Ketika masih kecil, anak-anak dapat diajarkan tentang hubungan seksual secara samar- samar dengan mengacu kepada ayat, “mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka…” (QS Al Baqarah ; 187) Ketika mereka tumbuh besar dan
dewasa, mereka harus diajarkan apa yang perlu mereka lakukan ketika kebutuhan itu muncul. Mereka harus memahami ketentuan syari’at Islam yang mengatur persoalan tersebut. Tahapan-tahapan Dalam Pendidikan Seksual Ketika anak-anak tumbuh dalam tahapan usia mereka, pendidikan seksual harus direncanakan dalam tahapan-tahapan tertentu
dan materi pelajaran harus disesuaikan dengan usia anak. Yang perlu diingat, adalah tidak semua anak matang dan dewasa dalam ritme yang sama. Orang tua seharusnya menggunakan ketajaman pengamatan terhadap
mereka. Dalam kesempatan berikutnya, akan kita membahas tentang tahapan-tahapan dalam pendidikan seksual berdasarkan umur anak, InsyaAllah…. Sumber ; Disusun berdasarkan buku “Fertility : Conception & Contraception (A Hand Book for The Muslim Family)” Penulis ; Soumy Ana. Penerbit ; Taqwa Palace.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: