VO BACELL MUSLIM

Beranda » Keluarga Muslimah » Pacaran Islami Sebelum Menikah

Pacaran Islami Sebelum Menikah

Pertama, perlu dipahami tentang hukum-hukum yang
terkait dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Islam telah menetapkan
sejumlah aturan dalam interaksi antara laki-laki dengan perempuan. Sejumlah aturan itu di antaranya,
-(1) Islam telah memerintahkan kepada manusia, baik laki-laki maupun wanita, untuk menundukkan pandangan
(QS. An Nuur [24]: 30-31).
-(2) Islam memerintahkan
kepada kaum wanita untuk
mengenakan pakaian secara sempurna, yakni pakaian yang
menutupi seluruh tubuhnya,
kecuali wajah dan kedua
telapak tangannya
(QS. An Nuur [24]: 31, Al Ahzab [33]: 59),
-(3) Islam melarang seorang wanita melakukan safar (perjalanan) dari suatu tempat ke tempat lain selama perjalanan sehari semalam, kecuali jika disertai dengan mahramnya (HR. Muslim).
-(4) Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat
(berdua-duaan), kecuali jika
wanita itu disertai mahram-nya (HR. Bukhari).
-(5) Islam melarang wanita untuk keluar dari rumahnya kecuali seizin suaminya, karena suami memiliki hak atas istrinya.
-(6) Islam sangat menjaga agar dalam kehidupan khusus komunitas wanita terpisah dari komunitas pria; begitu juga di dalam masjid, di sekolah, dan lain sebagainya.
-(7) Islam sangat menjaga agar hubungan kerjasama antara pria dan wanita hendaknya bersifat umum dalam urusan-urusan muamalat; bukan hubungan
yang bersifat khusus seperti
saling mengunjungi antara
wanita dengan pria yang bukan mahram-nya atau keluar bersama untuk berdarmawisata.

Kedua, berkaitan dengan
pacaran, dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (edisi ketiga,
2002: 807) disebutkan bahwa
yang dimaksud pacar adalah
kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; (atau) berkasih-
kasihan (dengan sang pacar).
Memacari adalah mengencani; (atau) menjadikan dia sebagai
pacar. Sementara kencan
sendiri menurut kamus tersebut (hal. 542) adalah
berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama. Dalam situs Wikipedia
disebutkan bahwa tradisi
pacaran memiliki variasi dalam
pelaksanaannya dan sangat
dipengaruhi oleh tradisi dalam
masyarakat individu-individu yang terlibat. Dimulai dari
proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang eksklusif. Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Berdasarkan tradisi zaman kini, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas seksual atau percumbuan.

Berdasarkan penjelasan diatas dan melihat praktik pacaran yang terjadi saat ini di tengah-tengah masyarakat, maka dapat disimpulkan bahwa pacaran hukumnya haram. Sebab dalam aktivitas pacaran hampir dapat dipastikan akan
melanggar semua ketentuan/
hukum-hukum terkait interaksi laki-laki dan perempuan. Apalagi fakta membuktikan bahwa pacaran merupakan awal dari perbuatan zina yang diharamkan. Oleh karena itu
tidak ada istilah dan praktik
“pacaran Islami” sebelum
menikah. Pacaran Islami itu hanya ada dalam khayalan dan tidak pernah ada wujudnya.

Sejatinya, Islam tidak melarang seseorang untuk jatuh cinta, sebab perasaan cinta terhadap lawan jenis adalah sesuatu yang fitrah dalam diri manusia. Hanya saja perasaan itu harus disalurkan secara benar. Menurut Islam, saluran yang benar untuk merealisasikan rasa cinta terhadap lawan jenis adalah dengan menikah, bukan pacaran. Jika seseorang ingin menikah yang diperbolehkan
adalah aktivitas taaruf
(perkenalan) dan kemudian
disyariatkan untuk khitbah
(melamar). Seorang laki-laki
yang ingin menikahi seorang wanita, ia diperbolehkan melihat wanita tersebut dengan tidak berkhalwat dengannya (lihat kitab Fiqh Sunnah, Bab Melihat Pinangan karya Sayyid Sabiq).

Wallahua’lam bishawwab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: