VO BACELL MUSLIM

Beranda » Knowlegde » AGAMA KRISTEN BUKAN AJARAN YESUS TAPI AJARAN PAULUS

AGAMA KRISTEN BUKAN AJARAN YESUS TAPI AJARAN PAULUS

Oleh Julius Agustinus Salam sejahtera , semoga kita
mendapat kasih Allah. Shalom,
Penulis sengaja membuat
pernyataan ini yang ditujukan
kepada sesama kita sebagai umat
kristiani, agar dapat merenungkan kembali prilaku,
perbuatan kita dalam kehidupan
sehari-hari supaya tidak
menyimpang dari ajaran yang
dibawa Yesus Kristus yang
sebenarnya. Penulisan tulisan ini tidak
bermaksud merendahkan,
menghina ataupun menyepelekan
agama kita Kristen (umat
kristiani), akan tetapi merupakan
sebagai bahan pencerahan untuk “menguak tabir Kebenaran”
yang sebenarnya , bagaimanakah
konsekuensi ajaran Kristiani yang
kita anut sekarang dengan Al-
Kitab yang dibawa Yesus Kristus.
Kita sebagai manusia harus menyadari, bahwa hidup kita di
dunia ini tidak akan lama ,tentu
akan mengalami kematian.
Kematian kita kelak nanti, apakah
kita akan masuk ke surga atau
ke neraka? Pertanyaan itu harus kita jawab dari sekarang, selagi
kita masih hidup.
Sebagai seorang kristiani yang
mengimani Yesus Kristus sebagai
juru selamat, yang patut kita
anut ajarannya yang menuju kerajaan Allah di Surga nanti.
Namun yang perlu kita perhatikan
dan kita
cermati. Apakah ajaran agama
kita sakarang (agama Kristiani/
Kristen) telah sesuai atau tidak sesuai dengan ajaran yang
dibawa oleh Sang Juru selamat
kita Yesus Kristus dahulu ?
Untuk menjawab pertanyaan
tersebut adalah kita harus
berpijak pada ayat-ayat yang tercantum dan tersirat dalam Al
Kitab yang harus kita pelajari dan
pahami secara seksama.
Pada agama Kita (Kristen)
menganggap bahwa Yesus Kristus
itu sebagai tuhan yang harus kita sembah. Ternyata kalau kita
perhatikan Seperti dalam Ulangan
6 ayat 4 berbunyi :
4“ Dengarlah, hai orang Israil :
Tuhan Allah Kita, TUHAN itu esa.
Kemudian Yesaya 45 : 5 – 6 berbunyi :
5 Akulah TUHAN dan tidak ada
yang lain :
Kecuali Aku tidak ada Allah.
Aku telah mempersenjatai
engkau, Sekalipun engkau tidak mengenal
Aku,
6 Supaya orang tahu demi
terbitnya
Matahari. Sampai terbenamkanya,
bahwa tidak ada yang lain di luar Aku.
Akulah Tuhan dan tidak ada yang
lain, Kemudian menurut Injil Matius
pasal 12 ayat 28 s.d 29 berbunyi :
Sewaktu orang Saduki bertanya
kepada Yesus. “Hukum mana yang paling utama………..
dengarkanlah hai orang Israel
bahwasannya tuhan Allah kita
tuhan itu esa……
Kasihanilah tuhan Allahmu dengan
segenap… Kasihanilah sauadaramu seperti dirimu sendiri “tepat
sekali perkataannmu itu guru
“ (dari kalimat ini tidak menyebut
Tuhan, tapi Guru, dan tidak
mengatakan tuhan itu saya . Tapi
mengatakan tuhan Allah kita itu esa, ( kata kita berarti yang
ditanya dan yang bertanya sama
–sama sebagai manusia, bukan
yang ditanya sebagai tuhan).
Dari untaian ayat-ayat tersebut
jelaslah tidak ada pernyataan Yesus yang menyatakan dirinya
Tuhan, atau ketuhanan Yesus.
Tidak ada satu pernyataan /ayat
pernyataan yesus yang
menyatakan : “ Sembahlah Aku
kata Yesus, sama sekali tidak ada. Coba kita cari di AlKitab
manapun tidak ada, apakah
Matius, Yohanes, Lukas maupun
yang lain. Yang ada hanyalah
ketuhanan kepada Allah semata .
jadi jelas lah bahwa ajaran yang kita laksanakan sekarang dalam
kehidupan sehari-hari sangatlah
tidak sesuai dengan
yang tersirat di Al- Kitab kita.
Kemudian kalau kita perhatikan
dikalangan orang kita sebagai umat kristiani. Khitan (Sunat)
untuk laki-laki tidaklah dilakukan
oleh umat kita kristiani. hal ini
bertentangan dengan Alkitab.
Perhatian kitab Kejadian 17 : 1
dan 14 yang berbunyi sebagai berikut :
1“ ketika Abram berumur
Sembilan puluh
Sembilan tahun, maka TUHAN
menampakkan diri kepada Abram
dan berkata kepadanya : “ Akulah Allah
yang maha kuasa, hiduplah
dihadapan-Ku
dengan tidak bercela-cela Aku
akan mengadakan perjanjian
antara Aku dan engkau,
dan Aku membuat engkau lebih
banyak……. 14 dan orang yang
tidak disunat, yakni laki-laki
yang tidak dikerat kulit
khitannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari
antara
orang-orang sebangsanya :
ia telah mengingkari perjanjian-
Ku. Disamping ayat tersebut di
atas . kalau kita perhatikan juga dalam Al Kitab : Ishaq, Zakaria
setelah 8 hari dilahirkan disunat,
begitu juga Yesus di sunat.
Kenapa kita sebagai umatnya
tidak disunat. Sungguh ironis
sekali. Hal ini pun bertentangan dengan Galiat ayat 2 dan 6, yang
berbunyi :
2“ Sesungguhnya aku, paulus,
berkata kepadamu, jikalau kamu
menyunatkan dirimu, kristus sama
sekali tidak akan berguna bagimu “. 6“Sebab bagi orang-orang
yang ada di dalam kristus Yesus
hal bersunat atau tidak
bersunat tidak mempunyai suatu
arti,hanya iman yang bekerja
untuk kasih. Ini jelas sekali bahwa ajaran yang dipakai di gereja
saat ini, bukanlah merupakan
ajaran Yesus dahulu, tetapi
merupakan ajaran Paulus yang
kita laksanakan sebagai umat
kristiani sekarang. Gimana kita akan sampai ke kerajaan Allah
(Surga) yang dibawa Yesus kita?
sementara ajaran yang kita
laksanakannya adalah bukan
ajarannya (ajaran Yesus),
melainkan ajaran Paulus yang kita pakai.
Perhatikan lagi oleh kita pula
Yesus, sebagai contoh atau
parameter kita baik sikapnya,
perilakunya, kesehariannya dan
juga karakternya perlu ditiru dan dicontoh oleh kita terutama para
bapak Pendeta kita, missal :
Yesus wajahnya berjambang dan
berjanggut sementara kita lihat
dan perhatikan Para Pendeta
kita jarang yang berjanggut , tidak meniru juru selamat Yesus
kita. Sungguh ironis, aneh sekali
bukan?
Kemudian ketika ceramah atau
berkhotbah, kalimat- kalimat
yang dilontarkannya banyak tidak disertai bunyi ayat-ayat
yang ada dalam Al-
Kitab, tetapi hanya yang
dilontarkan dan yang dibahas
seputar kasih Allah dan kasih
Allah,kasih tuhan yesus, dan diberkati tuhan Bapak dan yesus
dan penuh kasih dan kasih.
sungguh
membosankan.kadangkala kita
banyak menerima ulasan khotbah
tentang kejelekan- kejelekan atau pun bahkan kebohongan-
kebohongan
agama lain. Tidak membahas
bagaimana suri tauladan Yesus,
pribadi Yesus dan
sebagainya…..sungguh sangat membosankan. Kemudian kita
perhatikan lagi, Saudara kita
umat Kristen Katolik di tempat
ibadahnya (gereja) banyak sekali
dijumpai patung/ berhala seperti
patung bunda Maria, Patung Yesus atau patung salib yesus di
gereja-gereja yang lain. Sesekali
kita bersujud pada patung Yesus
atau patung Bunda Maria dalam
hal permohonan/ pengampunan
penghapusan dosa. Dan Penebusan dosapun dilakukan dan
diwakilkan kepada manusia
(Pendeta). Jangankan bersujud
kepada patung, membuat patung
saja sudah benar-benar dilarang
oleh tuhan. Hal ini pun sangat bertentangan dengan Al- kitab.
Kita lihat Kitab Keluaran
20 ayat 4 dan 5 sebagai berikut :
4” Jangan membuat patung
yang, menyerupai apa pun yang
ada di langit di atas, atau
apa yang ada di bumi di bawah,
atau
yang ada di dalam air dibawah
bumi”. 5” Jangan sujud
menyembah kepadanya Atau beribadah kepadanya, sebab
Aku,
TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang
cem-
buru, yang membalas kesalahan
bapa kepada anak-anaknya, kepada
keturunan
yang ketiga dan keempat dari
orang-orang yang membenci
Aku”. Kemudian kalau kita
perhatikan juga ibadah kita di gereja ,arah menghadap gereja-
gereja kita tidak mempunyai
arah , ataupun kerabat kita yang
meninggal disemayamkan tidak
punya arah/ bait (Baithel) yang
semestinya dan berbeda arah alias tidak sama . hal ini pun
sangat bertentangan dengan
Alkitab. Coba perhatikan lagi
Mazmur 5 ayat 8 yang berbunyi
sebagai berikut : 8” Tetapi Aku,
berkat kasih setia-Mu yang besar,
Aku akan masuk ke dalam rumah-
Mu
Sujud menyembah ke arah bait-
Mu Yang kudus Kemudian Mazmur
138 ayat 2 : 2” Aku hendak sujud kea rah
bait-Mu
Yang kudus.
Kitapun sebagai umat kristiani
dibingungkan juga dengan ajaran
agama kita, yang menyatakan perihal keselamatan, bahwa
keselamatan mutlak diperlukan
oleh setiap orang dengan cara
penebusan dosa oleh Yesus
Kristus di tiang salib, menurut
dokrin Kristen (Gereja) satu- satunya keselamatan adalah
menerima Yesus Kristus sebagai
Tuhan dan Juru Selamat Penebus
dosa, yang diartikan bahwa
apapun segala perbuatan kita,
betapapun besarnya dosa yang kita perbuat sesuai dengan
keinginan kita. Tetap kita ini akan
selamat karena dosa kita sudah
ditebus oleh juru selamat kita
Yesus Kristus di tiang salib.kita
berbuat seperti binatangpun, memperkosa sekalipun, kita
sering membunuh baik ke sesama
kita sendiri, lebih lagi kepada
yang lain (umat agama lain)
menurut gereja diperkenankan
dan diperbolehkan karena sudah ada jaminan masuk surga dari
Yesus Kristus sebagai Juru
selamat. Ibadah kita cukup saja
melantunkan pujian pada tuhan
digereja sesuai dengan
keinginanan kita tanpa adanya tuntunan yang seharusnya dalam
AlKitab.. Hal ini sangatlah
bertentangan dengan ibadah/
berdoa yang dilakukan Yesus
Kristus. Coba kita perhatikan
Matius 26 : 39) . dalam berdoa, tak jarang Yesus melakukannya
dalam posisi bersujud “ maka
yesus maju sedikit, lalu sujud dan
berdoa. Katanya : “ Ya Bapaku,
jikalau sekiranya mungkin, biarlah
cawan ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang
kukehendaki, melainkan seperti
yang Engkau kehendaki “. Tetapi
kenyataannya sangatlah ironis
sekali, dalam iman Kristiani,
menurut Paulus, seseorang dibenarkan hanya karena iman
kepada Yesus Kristus saja.
Sedangkan melakukan amal dan
hukum Taurat (masa itu) tidak
dibenarkan. Jadi cukup dengan
iman saja. “ Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang
dibenarkan oleh karena
melakukan hukum
Taurat, tetapi hanya oleh kepada
iman dalam Kristus Yesus, sebab
itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya
kami dibenarkan oleh karena iman
dalam kristus dan bukan oleh
karena melakukan hukum
Taurat”. (Galatia 2 : 16). Cukup
dengan mengimani Yesus sebagai tuhan, apapun segala perbuatan
dosa yang kita lakukan, kita
tetap sebagai penghuni surga
tidak akan mengalami masuk
neraka. Sungguh aneh bukan. Apa
sih fungsi dari agama kita?, kalau toh perilaku kita sebebas yang
kita lakukan. Sungguh
membingingkan bukan?
Jika ajaran kita umat kristiani
yang mengatakan bahwa doa dan
amal shalih tidak bisa mendatangkan ampunan tuhan,
kenapa Yesus dan para nabi
sebelumnya beramal
shalih, bersujud dan berdoa minta
ampun kepada tuhan? Kenyataan
ini membuktikan bahwa dokrin agama kita (Kristen) itu sangat
bertentangan dengan kitab suci
kita (AlKitab), terlebih lagi, dalam
Yakobus 2 : 20 disebutkan, bahwa
“iman tanpa perbuatan (amal
shalih) adalah iman yang kosong/ iman yang mati “. Kita sebagai
bangsa-bangsa di
dunia. Seperti halnya kita sebagai
bangsa Indonesia, Malaysia,
Philipina, Cina. apakah ajaran
kristiani yang dibawa oleh Yesus Kristus yang kita anut ini. Apakah
diperuntukkan untuk kita atau
bukan ?
Coba kita perhatikan Matius 10
ayat 5 dan 6
5” kedua belas murid itu diutus oleh
Yesus dan ia berpesan kepada
mereka :
“ janganlah kamu menyimpang ke
jalan
Bangsa lain atau masuk ke dalam kota
Orang Samaria,
6 melainkan pergilah ke
Pada domba-domba yang hilang
dari umat Israel. Perhatikan
lagi Matius 15 ayat 24 24” Jawab Yesus : “ Aku diutus
hanya kepada domba- domba
yang hilang dari umat Israel”.
Kemudian Kisah para Rasul 13
ayat 23 menyatakan :
23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah
dijanjikannnya, Allah telah
membangkitkan juru selamat bagi
orang Israel, yaitu Yesus. Dari
bunyi ayat-ayat tersebut di atas
jelaslah bahwa sebenarnya kita sebagai bangsa/umat selain Israel
tidak tersentuh atau dengan
kata lain ajaran kristiani yang
dibawa Yesus kristus bukanlah
diperuntukkan untuk kita sebagai
bangsa Indonesia, Cina atau bangsa lain, tetapi ajaran Yesus
dala hal ini agama Kristiani hanya
diperuntukkan untuk bangsa
Israel saja. Kitapun sebagai umat
kristiani
juga dibingungkan dengan hari peribadatan kita/ hari kebaktian
di gereja yang selalu dilaksanakan
pada hari Minggu, padahal tidak
ada satu ayatpun dalam AlKitab
(Bible) yang menyatakan ibadah
kita hari Minggu, yang ada hanyalah hari sabbat (Sabtu) itu
pun hanya jemaah Advent yang
taat melaksanakan peribadatan
pada hari Sabtu.. perhatikan ayat
dalam Al kiatab berikut ini :
Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat
Ia dibesarkan, dan menurut
kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia
masuk ke rumah ibadat, lalu
berdiri hendak membaca dari
Alkitab. 4:31 Kemudian Yesus pergi ke
Kapernaum, sebuah kota di
Galilea, lalu mengajar di situ pada
hari-hari Sabat. 6:6 Pada suatu
hari Sabat lain, Yesus
masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang
yang mati tangan kanannya.
13:10
Pada suatu kali Yesus sedang
mengajar dalam salah satu rumah
ibadat pada hari Sabat. Markus 1:21
Mereka tiba di Kapernaum.
Setelah hari Sabat mulai, Yesus
segera masuk ke dalam rumah
ibadat dan mengajar. 6:2
Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang
besar takjub ketika mendengar
Dia dan mereka berkata: “Dari
mana diperoleh-Nya semuanya
itu? Hikmat apa pulakah yang
diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian
bagaimanakah dapat diadakan
oleh tangan-Nya? Dari ayat-ayat
tersebut ternyata seumur
hidupnya Yesus mengajar dan
beribadah pada hari Sabat yaitu hari sabtu, bukan Minggu. Hitung
saja, menurut alkitab, Yesus
meninggal pada usia 33 tahun. Ini
berarti seumur hidupnya yesus
telah mengkuduskan hari Sabat
pada hari Sabtu sebanyak lebih kurang 1700 kali. Tidak pernah
satu kalipun yesus beribadah dan
mengkuduskan hari Minggu.
Terserah anda mau jadi pengikut
Yesus atau pengikut ajaran
Manusia (Paulus) yang tidak bertanggung jawab. Bukankah
yesus panutan anda? Ingat kata
Yesus pada hari nanti : Enyahlah
kalian pembuat kejahatan, kalian
melaksanakan ajaran manusia.!!!! .
Ini juga menjadi polemic bagi kita sebagai umat kristiani. Selain itu
pula ketika Yesus meninggal,
demikian juga dengan murid-
muridnya dalam pengurusan
jenazahnya ketika meninggal,
memakai kain kaffan dan tidak memakai peti mati (peti jenazah).
Tapi kenyataannya kalau kita
perhatikan sekarang, kenapa kita
umat kristiani sewaktu umat kita
meninggal, pengurusan
jenazahnya memakai pakaian pesta, Jas, sepatu dll dan
memakai peti mati. Apakah ini
juga sesuai dengan ajaran Yesus?
Tentu tidak. Demikian juga
menyangkut
masalah babi/babi hutan dan minuman keras yang berdasarkan
Al kitab diharamkan (tidak boleh
dimakan) oleh umat kita. Tetapi
kenyataannya babi/ babi hutan
ataupun minuman keras yang
sangat memabukkan, selalu dihidangkan setiap ada acara
keagamaan baik itu Misa, ataupun
Natal, bahkan dijadikan santapan
dalam kehidupan sehari-hari oleh
umat kita. Coba kita perhatikan
salah satu ayat yang menyangkut daging babi yang
diharamkan dimakan perhatikan
Imamat 11 ayat 7 :
7” Demikian juga babi *(babi
hutan)*, karena memang
berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang tetapi
tidak memamah biak, haram itu
bagimu”. Ket :*sebagian Alkitab
yang diterbitkan Lembaga Al
Kitab Indonesia (LAI) ada yang
memberikan terjemahan kata “ daging babi” (terbitan tahun
1960 dan 1994) dan sebagian lagi
ada yang memberikan terjemahan
dengan kata” babi
hutan” (tahun 1976). Isi Al-
kitabpun selalau berubaha- ubah setiap adanya penerbitan yang
baru.
Kemudian muncul lagi pertanyaan
lagi bagi kita sebagai umat
kristiani yang konon mempercayai
yesus kristus sebagai tuhan. Timbul suatau Pertanyaan :
Sejak Kapan Yesus Kristus
menjadi tuhan?
Sejak lahir beliau tidak jadi tuhan,
sewaktu kanak-kanak, sejak
remaja, dewasa bahkan sekalipun menjelang wafatpun tidak menjadi
tuhan, murid- muridnyapun tidak
menyebut tuhan. Dan ketika
hidupnya beliau tidak menyatakan
dirinya tuhan. Tetapi kenapa
setelah beliau (Yesus) meninggal. Seketika itu pula Paulus dan
kawan-kawan menyebut Yesus
sebagai tuhan dan mendaulat
Yesus sebagai TUHAN, sungguh
aneh kan?. Bahkan yesus
dikategorikan sebagai bagian dari Trinitas, Tri Tunggal diantara
sederetan tuhan yang lain :
Tuhan Bapak, dan Tuhan Roh
Quddus. Sederetan pertanyaan
sering
kita lontarkan kepada para pendeta kita, baik ketika
khotbah dalam acara Kebaktian
tiap hari Minggu ataupun
kegiatan keagamaan yang lain.
Para Pendeta kita memberikan
alasan yesus dianggap sebagai tuhan, jawaban/alasan yang
dikemukakannya sebagai berikut :
1. Lahirnya Yesus tidak punya
ayah 2. Yesus bisa menghidupkan
orang
mati. Kalau toh jawabannya seperti itu? Kenapa Nabi Adam
tidak dijadikan tuhan saja oleh
pihak gereja saja seperti halnya
Yesus. Apalagi Nabi Adam lebih
dari Yesus yaitu, beliau tidak
punya ayah dan juga tidak punya ibu. Atau bila
perlu Nabi Elisa pihak gereja
jadikan tuhan karena sesuai
dengan Kitab dua Raja-raja ayat
20-21, yang menyatakan bahwa
nabi Elisa bisa menghidupkan orang mati, padahal nabi Elisa
sendiri sudah menjadi tulang-
belulang alias sudah meninggal.
Coba kita simak ayatnya : 20
“Sesungguhnya itu masalah Elisa,
lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab
sering memasuki negeri itu pada
pergantian tahun.
21 pada suatu kali orang sedang
mengubur mayat. Ketika mereka
melihat gerombolan datang dicampakkan
merekalah mayat itu ke dalam
kubur Elisa, lalu
mereka pergi. Dan demi mayat itu
kena
kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun
sendiri.
Jawaban yang lain yang sering
dijawab oleh Bapak Pendeta kita
mengenai ketuhanan yesus yaitu
selalu berpedoman pada Injil Yohanes ( pembukaan Al Kitab
yang memuat ungkapan Paulus)
pasal 1 ayat 1 yang berbunyi :
1“ Pada mulanya adalah firman;
firman itu bersama-
sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”. Kemudian Yohanes
pasal 10 ayat 30
“ Yesus berkata : Aku dan Bapa
adalah satu. Berdasarkan ayat
tersebut
bahwa yesus sebelum lahirpun sudah berbentuk firman dan
Yesus adalah tuhan yang
berbentuk berwujud manusia
kata pendeta kita. Dilihat dari
konteks kalimat
Yohanes pasal 1 ayat 1 pun konstruksi ayatnya pun rancu/
janggal. Pada mulanya berpisah,
kemudian bersama- sama dan
akhirnya bersatu. Apakah
mungkin seperti itu? Diibaratkan
pada mulanya adalah Yesus , Yesus itu bersama-sama dengan
Allah dan Yesus itu adalah Allah.
Atau dengan kata lain. Pada
mulanya adalah sendok; sendok
itu bersama-sama dengan saya,
dan sendok itu adalah saya.Gak masuk akal kah ?(tidak rasional).
Kalau toh memang sudah
menyatu diri Yesus dengan
tuhannya. Kenapa pada waktu
yesus berada di kayu salib Ibrani
5:7 ; “ Eloi-eloi lak tabak sani “. menunjuk secara khusus pada
doa Yesus ketika berada di kayu
salib. Dia berkata: “Allahku,
Allahku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku?” (Markus
15:34) Pada waktu memanggil : “
tuhanku-tuhanku “ saat itu,
ketuhanan Yesusnya sedang ke
mana?, malah memanggil- manggil
tuhan yang lain. Sungguh tak
dapat dimengerti. Yesus pun kalau toh memang
beliau sebagai tuhan, tentunya
akan mengetahui kapan
terjadinya hari Qiamat. Ternyata
Yesus tidak tahu kapan Qiamat
itu terjadi. Coba kita perhatikan Injil Matius 24,
25 ayat 36
36 “Tetapi tentang hari Qiamat
dan saat itu tidak seorangpun
yang tahu,
malaikat-malaikat di Surga tidak, dan anak pun tidak.
Hanya Bapa Sendiri”. Kemudian
perhatikan lagi Yohanes 5 ayat
30 30 “Aku Tidak dapat berbuat
apa-apa dari diriku sendiri; aku
menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan
penghakiman-Ku adil, sebab Aku
tidak menuruti kehendak-Ku
sendiri, melainkan kehendak Dia
yang mengutus aku”. Jadi
jelaslah Yesus itu bukanlah tuhan yang selama ini kita anggap
sebagai Tuhan. Tetapi Yesus
adalah hanya sebagai utusan
(Rasul) Allah. Yang tidak
berkehendak sendiri
(berkehendak = sifat tuhan) melainkan kehendak Allah
Berdasarkan uraian tersebut kita
pun sebagai umat kristiani perlu
mengkaji dan memahami AlKitab
kita dengan sepenuh hati. Jangan
sampai kita terjebak dalam melakukan atau melaksanakan
ajaran agama kita, dalam
peribadatan kita tidak sesuai
dengan yang telah digariskan
dalam AlKitab yang dibawa oleh
juru selamat Yesus Kristus, malahan ajaran yang kita
laksanakan adalah ajaran Paulus
yang berdasarkan kemauan
paulus sendiri setelah Yesus
meninggal, dan setiap kali
pergantian paulus pasti ganti juga ajarannya & aturan2nya..
(Sungguh membingungkan!!!!)
Dan perlu diketahui oleh kita,
bahwa dalam perkembangannya
setelah terjadinya penyaliban
Yesus. Muncul salah satunya kaum yang bukan bangsa Israel dan
mereka juga tidak menganut
agama Yahudi. Mereka ini disebut
dengan Goyyin/Gentile.
Umumnya kaum ini berasal dari
Romawi dan daerah lain. Mereka memuja berhala atau banyak
tuhan, salah satunya
penyembahan terhadap anak
dewa matahari yang biasanya
dilakukan upacara
penyembahannya setiap hari Minggu (Sunday, Sun = matahari,
day = hari). Dan kaum ini biasa
disebut kaum Pagan. Dan
peringatan setiap tanggal 25
Desember adalah upacara
penyembahan anak dewa matahari. Dan dikhawatirkan
pengikutnya sedikit maka
dijadikanlah Yesus sebagai Mitos
kristus sebagai alat untuk
penyembahan Dewa anak
matahari. Dan ajaran Yesus yang asli yang hanya mengajarkan
keesaan tuhan Allah semata
dibinasakan . yang tersisa pada
waktu itu sebagai pengikut asli
yesus yang ada hanyalah di
tanah arab. Dalam perkembangannya muncul
seorang bernama Paulus. Dialah
yang mengubah keyakinan yang
dibawa Yesus dengan wajah baru
yang sama sekali berbeda dengan
keyakinan aslinya. Ironisnya keyakinan inilah yang diikuti
hingga detik ini oleh umat Kristen
sekarang. Inipun dapat kita
perhatikan di Bethlehem Timur
Tengah sebagai tempat Yesus
dilahirkan dan awal perkembangan ajaran Yesus ,
tapi kenapa Vatikan(Roma)
menjadi Pusatnya. Kemudian
Pohon Natal (pohon Pinus)
dijadikan sebagai symbol
keagamaan Kristiani. tidak tanaman lain yang hidup di timur
tengah misalnya tanaman Kurma
dan tanaman lain. ( Pohon pinus
tidak dapat
hidup di daerah panas (Timur
tengah) tapi dapat hidup di daerah sejuk).ditambah lagi
dengan santa klas (Kijang
kancana yang membawa hadiah
untu anak-anak ini pun tidak ada
dalam Bible.
Paulus nama aslinya adalah Saul, lahir di Tarsus (Turki) dan kra-
kira 2 tahun sebelum Masehi,
karena Yesus lahir kira-kira
tahun 6 sebelum Masehi, maka
Paulus kira-kira berusia 8 tahun
lebih muda daripada Yesus. Ayah Paulus berasal dari Suku
Benyamin salah satu suku dari 12
suku Bani Israel. Saat itu di kota
Tarsus terdapat sebuah
perguruan Yunani, sejumlah kuil
dewa-dewi, gedung komedi, dan tempat-tempat hiburan lainnya
yang sangat digemari oleh orang-
orang Yunani. Sejak muda Paulus
sangat tertarik pada kebudayaan
Yunani terutama filsafatnya. Pada
dirinya terkumpul dua pengaruh, hokum Taurat dan filsafat Yunani.
Secara formal Paulus juga
berguru pada Gamalil, seorang
pendeta Yahudi yang amat
terkenal di Yerusalem.
Persinggungan pengaruh filsafat Yunani terhadap agama Yahudi di
masa itu adalah hal yang umum.
Aliran filsafat Yunani yang amat
berpengaruh ketika itu adalah
aliran Stoa yang pantheistic
menganggap Tuhan dan mahluk merupaka suatu kesatuan yang
sama dzatnya dan dan hanya
berbeda dalam penglihatan
bentuk. Pencampuran antara
ajaran filsafat Stoa dengan
ajaran agama Yahudi terdapat pada Filosof Yahudi ; Philo. Ia
menganggap logos dari Stoa
sebagai semacam malaikat yang
tertinggi alias Roh Kudus. Philo
hidup semasa dengan kehidupan
Yesus dan Paulus. Paulus bukanlah orang Betlehem
(Kota kelahiran Yesus) atau
orang sekte Nazarene/Nazorite
dan bukan pula orang Yerusalem.
Ia tidak pernah berhubungan
dengan lingkungan Yesus. Dia bukanlah murid Yesus, juga bukan
pula pengikutnya.
Malah Al Kitab/Bible sendiri
mencatat Paulus merupakan
musuh pengikut-pengikut Yesus
dan ia bertindak sangat kejam sekali kepada mereka. Paulus
matinya tidak pernah menikah
karena kondisi fisiknya yang tidak
memungkinkan.hal inipun dijadikan
ukuran para pendeta Kristen
untuk tidak menikah alias bujangan.
Paulus menyatakan diri sebagai
Rasul Yesus. Dia menemui para
murid Yesus, mengetahui
kelebihan, kelemahan dan
kekuatan pengaruhnya. Dia memulai rencananya dengan
menyebarkan ajarannya kepada
orang-orang non Yahudi. Karena
merasa mendapat kemajuan , dia
mencurahkan seluruh
kemampuannya dan berhasil mendapatkan pengikut dalam
jumlah besar. Ia memasukkan ide-
ide filsafat Yunani ke dalam
ajaran Yesus yang didapatkannya
dari murid Yesus. Sebenarnya
para pakar dan para Pastor sebenarnya sudah mengetahui
tentang ajaran Kristen bukan
ajaran Yesus tapi Kristen
sebenarnya ajaran paulus, tapi
hal inipun dibiarkan dan tidak
disebarluaskan kepada kita sebagai umatnya, dikarenakan
akan kehilangan mata
pencaharian dan akan kena
dampratnya dari gereja.
Sebenarnya kita ini orang
tersesat dan disesatkan pula oleh pemuka agama-agama kita. Dan
kalau mau jujurpun kita mestinya
AlKitab ini setiap
penerjamahannya mestinya
dicantumkan pula bahasa aslinya
Al kitab yaitu bahasa Ibrani. Karena kalau kita perhatikan
banyak sekali penerjamahan-
penerjamahannya yang tidak fair.
Seperti il shalom diterjemahkan “
Damai sejahtera”, nama tempat
bahkan nama orang pun diterjemahkan seenaknya saja.
Percuma kita hanya beriman dan
percaya Yesus, jika semua
perintahnya tidak kita lakukan !!!.
antara kitab yang satu dengan
yang lainnya saling bertentangan……sungguh
memusingkan
Marilah kita semua sebagai umat
kristiani, untuk lebih memahami
AlKitab kita, laksanakan ajaran
Yesus dengan sepenuh hati dan sebenar-benarnya.
jangan sampai kita menjadi umat
kristiani abangan atau sebagai
umat kristiani turunan yang
hanya sebagai umat kristiani
ikut-ikutan, tidak mempelajari dan memahami dan juga
melaksanakan ajaran AlKitab yang
dibawa Yesus Kristus yang
sebenarnya.tetapi kita hanya
menerima siraman rohani dari
pendita/romo kita yang selalu membohongi kita.
Inilah sebagai bahan renungan
kita semua sebagai umat kristiani
amin haleluya. *******


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: