VO BACELL MUSLIM

Beranda » Uncategorized » Menyingkap Tabir Kemunafikan Dengan Jihad Fii Sabilillah

Menyingkap Tabir Kemunafikan Dengan Jihad Fii Sabilillah

Subhanallah walhamdulillah, Maha
benar Allah yang menurunkan Al
Qur’an sebagai petunjuk dan
cahaya yang terang benderang,
dengan panduannya seorang
mu’min menghabiskan umurnya. Sebaliknya orang yang dalam
hatinya ada penyakit dan
keraguan tidak ada tempat
untuk bersembunyi dari ayat-
ayat yang menjelaskan
kedustaannya bahkan mereka sangat menghawatirkannya. Allah
Ta’ala
berfirman: ﻳَﺤْﺬَﺭُ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘُﻮﻥَ ﺃَﻥْ ﺗُﻨَﺰَّﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺳُﻮﺭَﺓٌ ﺗُﻨَﺒِّﺌُﻬُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻢْ ﻗُﻞِ
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣُﺨْﺮِﺝٌ ﻣَﺎ
ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ:74 ﺗَﺤْﺬَﺭُﻭﻥَ ﺍﺳْﺘَﻬْﺰِﺋُﻮﺍ
ﺳﻮﺭﺓ . Artinya: “Orang-orang
munafik
itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat
yang menerangkan apa yang
tersembunyi dalam hati mereka.
Katakanlah kepada mereka:
“Teruskanlah ejekan-ejekanmu
(terhadap Allah dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan
menyatakan apa yang kamu
takuti itu.” (QS. At Taubah:64)
Diantara ayat yang membongkar
kedustaan kaum munafik adalah
ayat-ayat jihad, sangat beragam diantara mereka setelah
mendengarkannya, mulai dari
yang pura-pura tidak memahami,
memalingkan makna bahkan
mereka tidak ragu menolaknya.
Abu Yahya alliby Rohimahulloh Berkata, “Jika anda memliki niat
untuk berjihad maka itu baru
mengeluarkanmu dari sifat nifak,
tidak terbukti beriman jika niat
itu tidak direalisasikan dengan
amal yang nyata.” Firman Allah Ta’ala dalam surat
An Nisa’:74 di atas diawali tiga
ayat sebelumnya, dimana Allah
Ta’ala perintahkan kepada orang
mukmin untuk senantiasa siap
siaga untuk menghadapi musuh dan menceritakan keadaan kaum
munafik. ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺧُﺬُﻭﺍ ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ
ﺣِﺬْﺭَﻛُﻢْ ﻓَﺎﻧْﻔِﺮُﻭﺍ ﺛُﺒَﺎﺕٍ ﺃَﻭِ ﺍﻧْﻔِﺮُﻭﺍ
ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ (71) ﻭَﺇِﻥَّ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻟَﻤَﻦْ ﻟَﻴُﺒَﻄِّﺌَﻦَّ
ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﺻَﺎﺑَﺘْﻜُﻢْ ﻣُﺼِﻴﺒَﺔٌ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺪْ ﺃَﻧْﻌَﻢَ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻲَّ ﺇِﺫْ ﻟَﻢْ ﺃَﻛُﻦْ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﺷَﻬِﻴﺪًﺍ (72) ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﺃَﺻَﺎﺑَﻜُﻢْ ﻓَﻀْﻞٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻴَﻘُﻮﻟَﻦَّ ﻛَﺄَﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺑَﻴْﻨَﻜُﻢْ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻪُ
ﻣَﻮَﺩَّﺓٌ ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺘَﻨِﻲ ﻛُﻨْﺖُ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﻓَﺄَﻓُﻮﺯَ
ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ. Artinya: “Hai orang- orang yang
beriman, bersiap siagalah kamu,
dan majulah (ke medan
pertempuran) berkelompok-
kelompok, atau majulah
bersama-sama!. Dan Sesungguhnya di antara kamu
ada orang yang sangat
berlambat-lambat (ke medan
pertempuran). Maka jika kamu
ditimpa musibah ia berkata:
“Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat
kepada saya karena saya tidak
ikut berperang bersama mereka.
Dan sungguh jika kamu beroleh
karunia (kemenangan) dari Allah,
tentulah Dia mengatakan seolah- oleh belum pernah ada hubungan
kasih sayang antara kamu
dengan dia: “Wahai kiranya saya
ada bersama-sama mereka,
tentu saya mendapat
kemenangan yang besar (pula) .” (QS. An Nisa’: 71-73) Setelah
Allah Ta’ala singkap tabir
rahasia dan kebiasaan kaum
munafik yang selalu
menyembunyikan kekufuran
manakala di tengah kaum muslimin dan keberatan dengan
turunnya ayat-ayat jihad, yang
demikian itu tidak lain kecuali
karena tidak ada dalam diri
mereka keimanan dan mereka
lebih menukar ni’mat dien dengan kesenangan dunia yang sangat
sedikit. kemudian Allah Ta’ala
perintahkan kepada kaum
mukmin untuk berjihad di
jalanNya dengan
firmanNya. ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻓَﻠْﻴُﻘَﺎﺗِﻞْ ﻓِﻲ
ﻳَﺸْﺮُﻭﻥَ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺑِﻻْﺂَﺧِﺮَﺓِ
ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻘَﺎﺗِﻞْ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻴُﻘْﺘَﻞْ
ﺃَﻭْ ﻳَﻐْﻠِﺐْ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻧُﺆْﺗِﻴﻪِ ﺃَﺟْﺮًﺍ
ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ. ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ:74 Artinya: “Karena itu hendaklah
orang-orang yang menukar
kehidupan dunia dengan
kehidupan akhirat berperang di
jalan Allah. Barangsiapa yang
berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh
kemenangan Maka kelak akan
Kami berikan kepadanya pahala
yang besar.” (QS. An Nisa:74)
Imam Al Qurthubi berkata
tentang ayat ini, Khitob ayat ini untuk kaum mukmin yaitu
hendaknya mereka memerangai
orang kafir di jalan Allah Ta’ala.
Kemudian Allah Ta’ala mensifati
Kaum mukmin dengan: ﺑِﻻْﺂَﺧِﺮَﺓِ ﻳَﺸْﺮُﻭﻥَ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ Di mana mereka menjual dan
mencurahkan seluruh harta dan
nyawa di jalan Allah Ta’ala
dengan mengharap kehidupan
dan pahala akhirat, sedangkan
kaum munafik mempunyai sifat sebaliknya, mereka sangat berat
untuk berniyat apalagi
menghabiskan seluruh harta dan
nyawanya. Sekalipun mereka
melakukannya pasti mereka
menyertainya dengan riya’ sehingga jadilah apa yang
mereka nafakahkan dijalan Allah
Ta’ala sesuatu yang sia-sia
belaka dan menjadi sesuatu yang
sangat mereka sesalkan.
Seorang mujahid memuji saudaranya yang berjihad dan
dikaruniai syahid dengan
“ُﺇِﺷْﺘَﺮَﺍﻩُ ﺑَﺎﻉَ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﺻَﺔَ ﻟِﻠﻪِ ﻭَﺍﻟﻠﻪ” Dia menjual kehidupan dan
waktunya kepada Allah dan Allah
membelinya Allah Ta’ala
berfirman: ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﺷْﺘَﺮَﻯ
ﺃَﻧْﻔُﺴَﻬُﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﻟَﻬُﻢْ ﺑِﺄَﻥَّ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ
ﻳُﻘَﺎﺗِﻠُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻴَﻘْﺘُﻠُﻮﻥَ
ﻭَﻳُﻘْﺘَﻠُﻮﻥَ ﻭَﻋْﺪًﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺣَﻘًّﺎ ﻓِﻲ
ﺍﻟﺘَّﻮْﺭَﺍﺓِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺠِﻴﻞِ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁَﻥِ
ﺑِﻌَﻬْﺪِﻩِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑِﺒَﻴْﻌِﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﺎﻳَﻌْﺘُﻢْ ﺑِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﻭْﻓَﻰ
ﻓَﺎﺳْﺘَﺒْﺸِﺮُﻭﺍ
ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻔَﻮْﺯُ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢُ Artinya: “Sesungguhnya Allah
telah membeli dari orang-orang
mukmin diri dan harta mereka
dengan memberikan surga untuk
mereka. Mereka berperang pada
jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu
telah menjadi) janji yang benar
dari Allah di dalam Taurat, Injil
dan Al Quran. Dan siapakah yang
lebih menepati janjinya (selain)
daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli
yang telah kamu lakukan itu, dan
Itulah kemenangan yang
besar.” (At Taubah:111) Imam At
Thobary menjelaskan
firman Allah dalam surat An nisa: 74, “Merupakan perintah dari
Allah Ta’ala kepada kaum mukmin
untuk berjihad melawan musuh-
musuhnya dari orang kafir
bagaimanapun keadannya nanti
baik menang atau kalah dan mewaspadai kaum munafik yang
ikut dalam jihad melawan orang
musyrik apapun keadaannya
pasti mendapatkan derajat yang
sangat tinggi dari Allah Ta’ala.
Hendaknya berperang di jalan Allah maksudnya berperang
membela dien-Nya,
mendakwahkanya dan
melaksanakan perintahnya
termasuk mensikafi orang kafir
dengan memeranginya, adapun orang yang menjual kehidupan
dunia dengan akhirat maksudnya
adalah yang menjual kehidupan
dunia mereka dengan pahala
akhirat dan apa yang Allah Ta’ala
janjikan bagi yang mentaatiNya, dan mereka menjual kehidupan
dengan cara menginfakkan harta
mereka untuk mencari ridho Allah
Ta’ala, seperti menjihadi yang
diperintah untuk diperangi dari
musuh-musuhnya atau musuh diennya dengan mencurahkan
seluruh kemampuannya, maka
Allah Ta’ala mengkabarkan
dengan
firmanNya ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻴُﻘْﺘَﻞْ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻘَﺎﺗِﻞْ ﻓِﻲ
ﺃَﻭْ ﻳَﻐْﻠِﺐْ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻧُﺆْﺗِﻴﻪِ ﺃَﺟْﺮًﺍ
ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ Artinya: “Dan barangsiapa
berperang untuk membela dien
Allah dan meninggikan kalimat-
Nya, kemudian terbunuh oleh musunya atau menang maka
Allah Ta’ala akan menberikan
kepadanya derajat dan pahala
yang tinggi” Maha benar Allah
Yang tidak
menyelisihi janjiNya, tapi apakah kita termasuk kaum yang
bersyukur? Tidak ada yang bisa
menjadikan seluruh hidupnya dari
awal sampi akhir baik kecuali
mujahid, seluruh waktunya
dihabiskan untuk meraih pahala baik terbunuh atau menang.
Demikianlah, sebagaimana yang
dikatakan oleh Abu Anas Attoify,
“Maka bersegerahlah menyambut
seruan Ilahi untuk
berjihad di jalanNya, jika terdapat di dalam hati rasa
berat maka terbukti kita menjadi
kaum munafik dan tidak
menunjukan jalan bagi kaum yang
fasik.” Wallahu a’lam[sksd/
brainnews]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: