VO BACELL MUSLIM

Beranda » Uncategorized » Ketika Fajar Islam Merekah Di Ufuk Timur

Ketika Fajar Islam Merekah Di Ufuk Timur

Segala puji bagi Alloh, Dzat yang
telah memenuhi janji-Nya,
menolong hamba-Nya,
memuliakan tentara-Nya dan
yang telah menghancurkan
pasukan Ahzab seorang diri. Dialah yang telah memerintahkan
Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wa
salam dengan sebuah perintah
yang berlaku untuk semua
umatnya yang beriman, dengan
firman-Nya : “Dan berperanglah di jalan Alloh,
karena tidaklah kewajiban
(perang) itu dibebankan
melainkan kepada dirimu. Dan
kobarkanlah semangat kaum
mukminin untuk berperang. Mudah-mudahan Alloh akan
menahan serangan orang-orang
kafir, dan Alloh adalah Dzat yang
maha dahsyat kekuatan dan
siksaannya.” (QS. An Nisa : 84)
Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada kekasih dan
hamba pilihan-Nya, yaitu Nabi
kita, pemimpin kita, komandan
kita dan kekasih kita yang
murah senyum tetapi juga gemar
berperang, Nabi pembawa rahmat dan pemimpin
pertempuran, yang telah
bersabda :
“Aku diutus menjelang hari
kiamat dengan pedang hingga
Alloh saja yang diibadahi. Rizkiku dijadikan berada dibawah
naungan tombakku. Kerendahan
dan kehinaan akan ditimpakan
kepada siapa saja yang
menyelisihi perintahku. Dan
barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, berarti dia
termasuk golongan mereka”.
Beliaulah Rosululloh Muhammad
Shalallohu ‘alaihi wa salam,
semoga sholawat dan salam
terlimpah kepada beliau, keluarga dan para sahabat
beliau serta siapa saja yang
meniti jalan beliau hingga akhir
zaman.
Amma ba`du :
Kaum muslimin yang dirahmati Alloh Ta`ala ….
Beberapa saat yang lalu, publik
Indonesia dikejutkan dengan aksi
heroik yang dilakukan oleh
sekelompok orang yang
menamakan diri mereka sebagai “Kelompok Mujahidin Indonesia
Timur” yang sukses menyergap
aparat kepolisian yang berpatroli
di wilayah Poso Sulawesi Tengah.
Akibat dari aksi penyergapan
tersebut paling tidak 4 orang polisi tewas dan beberapa
lainnya terluka. Kelompok inipun
juga sukses membawa lari
senjata aparat Polisi sebagai
ghonimah, sebagaimana yang
ramai diberitakan oleh berbagai media.
Tak perlu menunggu waktu lama,
pihak kepolisan NKRI segera
mengumumkan dan menyimpulkan
bahwa ini adalah aksi
“terorisme”. Para pelakunya adalah para “teroris” yang
mengatasnamakan “Kelompok
Mujahidin Indonesia Timur”.
Sebuah situs di internet “al
ansar007” merilis pernyataan
sikap kelompok ini. Pihak pemerintah NKRI cepat
bereaksi dan memperketat
pengamanan di beberapa titik
wilayah, terutama disekitar TKP.
Mereka menangkap sekitar 15
warga untuk dimintai keterangan, meskipun
sebenarnya lebih tepat disebut
sebagai aksi penculikan dan
penangkapan, dimana semua
warga yang ditangkap tersebut
pulang ke rumah dengan kondisi memar dan luka-luka akibat
pukulan dan penyiksaan, setelah
mereka tidak terbukti terlibat
dengan kelompok bersenjata
tersebut.
Ironis … Kilas balik istilah “Teroris”
===============
Dalam beberapa decade ini,
memang istilah Islam dan
terorisme banyak menjadi topik
yang ramai diperbincangkan oleh banyak kalangan. Berbagai media
turut ramai menyorot dan
memberitakan berita seputar
tema ini. Banyak kalangan yang
masih rancu dan bingung dengan
Istilah ini. Tetapi karena dahsyatnya propaganda media
yang memberitakan tentang
terorisme sehingga akhirnya
terbentuklah sebuah opini
sepihak bahwa teroris adalah
sebuah gerakan atau aksi yang dilakukan oleh orang-orang
tertentu dan dari kalangan
tertentu.
Dalam hal ini, kalangan Islam dan
orang-orang yang ingin
menegakkan syareat Islamlah yang menjadi pihak tertuduh dan
diberi lebel “teroris”. Terutama
mereka-mereka yang menjadikan
jihad sebagai jalan perjuangan
mereka. Sedangkan selain itu,
maka bukan terbilang teroris meskipun dia melakukan
kejahatan yang tidak
berperikemanusiaan sekalipun.
Atau melakukan hal-hal yang
lebih besar efek terornya
dibanding apa yang dilakukan oleh mereka-mereka yang
dituduh “teroris”.
Isu ini pertama kali mencuat dari
mulut Bush, setelah peristiwa 9
September 2001 dengan
runtuhnya menara kembar WTC di Washington dan dihantamnya
pusat pertahanan Amerika di
Pentagon. Aksi heroik ini
dilakukan oleh 19 orang mujahid
yang diduga terkait gerakan Al
Qaeda pimpinan Syeikh Usamah bin Ladin – rohimahulloh – .
ketika itu Bush dengan lantang
merespon aksi tersebut dengan
mengatakan : “Inilah perang salib
… inilah perang melawan teroris
… dan hal ini akan memakan waktu yang lama”.
Baru setelah itu secara besar-
besaran isu terorisme menjadi
topik utama publik. Gerakan-
gerakan jihad dan upaya
penegakan syareat Islam adalah target dari perang salib yang
dilancarkan oleh Bush tersebut.
Gerakan Thaliban di Afghanistan
dan Pakistan, Imaroh Qoqaz di
Chechnya, jihad Islam dan Brigade
Al Qossam di Palestina, Harokatu Syabab di Somalia, Harokah
Salafiyah li da`wati wal qital di Al
Jazair, Jamaah islamiyah di
Indonesia serta sederet nama
lain yang dituduh oleh Amerika
sebagai teroris. Operasi perang melawan teroris
pun segera dilancarkan, dengan
segera menginfansi Afghanistan,
kemudian Irak, kemudian
menekan pemerintah-pemerintah
lokal untuk memberangus semua gerakan jihad seperti di Saudi,
Mesir, Yaman, Thailand, Philipina,
dan tak ketinggalan Indonesia.
Tetapi operasi ini bukan
mematikan semangat perlawanan
dan jihad, tetapi justru menumbuh suburkan Jihad dan
upaya penegakan syareat Islam
tersebut.
Terorisiasi Indonesia
=============
Indonesia adalah Negara yang tidak mau ketinggalan untuk ikut
andil dalam perang melawan
“terorisme”. Berawal dari
peristiwa Bom Bali 12 Oktober
2002 setahun setelah peristiwa
11 September yang meluluh lantahkan kejayaan Amerika,
dimulailah perburuan terhadap
teroris secara besar-besaran.
Lalu, dibentuklah sebuah
detasemen khusus untuk
mengatasi terror bernama Densus 88. Dibuat pula undang-
undang khusus terkait dengan
kasus ini bernama Undang-
undang terorisme. Satu per satu
pelaku yang terlibat dalam aksi
jihad Bom Bali ditangkap dan dibawa ke pengadilan. Ratusan
orang ditangkap dan dijebloskan
ke dalam penjara. Jamaah
Islamiyah menjadi pihak yang
tertuduh saat itu karena diduga
berafiliasi dengan Al Qaeda yang dinobatkan oleh PBB sebagai
“teroris internasional”. Amerika
segera memberikan aplous
kepada kepolisian Indonesia atas
keberhasilan mereka dan segera
menggelontorkan dana besar kepada pemerintah Indonesia. I
made mangku Pastika yang
ketika itu menjabat sebagai
kapolda Bali diundang ke Amerika
untuk mendapatkan
penghargaan dari Negara Koloni tersebut. Dengan berbagai
penghargaan dan kucuran dana
ini, Indonesia semakin
bersemangat untuk melanjutkan
aksi perang terhadap “teroris”
demi keredhoan Amerika, dengan berpayung dibawah upaya
penegakan hukum. Jadilah
perang terhadap terror sebagai
sebuah mega proyek yang cukup
menggiurkan hati orang-orang
yang memburu bangkai dunia. Publik tentunya tahu, siapakah
mereka-mereka yang menjadi
sasaran perang anti terror yang
digalakkan oleh kepolisian
Indonesia. Mereka tidak lain
adalah umat Islam yang menginginkan tegakknya syareat
Islam di bumi pertiwi ini. Mereka
adalah orang-orang yang
menginginkan hidup dalam
kemuliaan dan kebebasan
beribadah menjalankan ajaran agama Islamnya. Mereka adalah
orang-orang yang hati nuraninya
terketuk ketika melihat
saudara-saudaranya terbantai di
berbagai belahan bumi. Mereka
adalah umat Islam yang ingin lepas dari penjajahan dan
kebiadaban. Mereka adalah
orang-orang ikhlas yang
menjadikan Alloh sebagai tujuan,
Muhammad sebagai tauladan, Al
Quran sebagai pedoman, Jihad sebagai jalan kemuliaan dan
syahadah sebagai impian.
Asumsi ini terbentuk dengan
sendirinya dengan gencarnya
pemberitaan media kafir tentang
aksi terorisme dan upaya penanggulangannya. Dimana jika
ada umat Islam yang ditangkap,
lalu dia menyuarakan kata jihad
dan penegakan syareat Islam,
maka dengan segera media kafir
akan mengatakan “ini adalah teroris”, baik dia terlibat aksi
jihad secara langsung atau tidak.
Tetapi, jika ada aksi yang sudah
jelas-jelas menimbulkan terror
baik untuk pemerintah Negara
secara langsung ataupun kepada publik secara umum, selama tidak
terkait dengan istilah Jihad dan
penegakan syareat .. maka
mereka dengan mudah akan
mengatakan” ini adalah criminal
murni”. Gerakan RMS yang berulang kali
mengusik stabilitas Negara dan
menimbulkan korban ribuan
nyawa umat Islam serta terang-
terangan menantang pemerintah
Indonesia tidak pernah disebut teroris. Bahkan, ketika Alex
Manuputi yang merupakan
pemimpin gerakan RMS melarikan
diri dari penjara Indonesia dan
bersembunyi di Amerika,
pemerintah dan pejabat kepolisian Indonesia terkesan
membiarkan dan hingga hari ini
tidak pernah disebut lagi
namanya.
Pembantaian kaum kristiani di
Poso Sulteng terhadap umat Islam juga tidak pernah disebut
teroris. Gerakan papua Merdeka
yang hingga hari ini aktif
melakukan berbagai aksi militer
juga tidak pernah disebut
teroris, meskipun yang jatuh korban adalah aparat kepolisian
yang menjadi simbol Negara.
Maka, tidak salah jika ada yang
mengatakan bahwa perang
melawan terror yang dilancarkan
oleh Densus 88 adalah perang terhadap Jihad dan penegakan
syareat.
Perang antara 2 teroris
===============
Diantara factor kesuksesan
Salibis Zionis dalam membangun opini dan simpati adalah melalui
media. Melalui media mereka
meluncurkan istilah yang
diucapkan secara berulang-ulang
sehingga dengan sendirinya opini
akan terbentuk sesuai dengan harapan dan keinginan mereka.
Diantara Istilah tersebut adalah
“terorisme” … “para teroris”
… “perang anti teror”…dsb.
Sebenarnya Istilah terror adalah
bersifat netral sebagaimana Istilah-istilah yang lain. Ia bisa
berkonotasi baik maupun buruk,
tergantung kepada siapa istilah
ini disematkan.
Istilah terror artinya adalah
menakut-nakuti atau menimbulkan rasa takut.
Pelakunya biasa disebut teroris.
Sedangkan obyek terror biasa
disebut “marhub” atau yang
terteror.
Dengan ini, maka bisa dipahami bahwa terror itu memiliki 2
bentuk :
1. Terror negative
Yaitu terror yang dilakukan oleh
ahlu batil dan kekuatan batil.
Bisa juga didefinisikan dengan setiap perbuatan atau
perkataan ataupun upaya
apapun yang bisa menimbulkan
gangguan dan rasa takut
kepada orang-orang yang tidak
berdosa tanpa alasan yang benar. Seperti terror yang
dilakukan oleh pencuri,
perampok, para tentara/polisi
yang arogan dan terror oleh
para penguasa dholim kepada
manusia alasan yang benar … yaitu para fir’aun masa kini
beserta bala tentaranya.
Perbuatan terror seperti ini
adalah tercela dan pelakunya
adalah the real teroris yang
layak dihukum dan diseret ke pengadilan atas kejahatan dan
kedholiman yang dia lakukan
sesuai porsi kejahatannya.
2. Terror positive
Yaitu kebalikan dari terror
negative diatas. Artinya ini adalah terror yang dilakukan
oleh orang-orang yang terdzolimi
sebagai upaya untuk melawan
kedholiman dan
menghentikannya. Seperti terror
yang dilancarkan oleh petugas keamanan kepada para pencuri
dan perampok. Begitu juga
terror yang dilancarkan oleh
gerakan perlawanan kepada
para kolonial penjajah. Serta
terror yang dilancarkan oleh orang-orang yang membela diri
dari kejahatan bala tentara
thoghut.
Perbuatan terror semacam ini
adalah terpuji dan disyareatkan
oleh Alloh bagi kaum muslimin dengan firman-Nya :
“Dan persiapkanlah kekuatan
untuk menghadapi mereka
(orang-orang kafir), dan
persiapkan pula kuda-kuda yang
tertambat untuk menteror musuh-musuh Alloh dan musuh-
musuh kalian.” (QS. Al Anfal : 60)
Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wa
salam juga bersabda :
“ketahuilah bahwa kekuatan itu
adalah melempar”. Dan beliau Shalallohu ‘alaihi wa salam
mengulangi hingga 3 kali.
Dalam prakteknya, perseteruan
antara Teroris Densus 88 yang
berinduk kepada Amerika dan
para sekutunya, melawan para mujahidin Nusantara yang hanya
bersandar kepada pertolongan
Alloh semata adalah perwujudan
dari perang antara 2 bentuk
terror diatas. Alloh Ta`ala
berfirman : “Orang-orang beriman itu
berperang di jalan Alloh,
sedangkan orang-orang kafir itu
berperang di jalan thoghut. Maka
perangilah wali-wali setan
tersebut, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah
lemah.” (QS. An Nisa : 76)
“Alloh adalah wali bagi orang-
orang beriman, yang akan
mengeluarkan mereka dari
kegelapan menuju cahaya. Sedangkan orang-orang kafir,
wali-wali mereka adalah para
thoghut, yang akan
mengeluarkan mereka dari
cahaya menuju kegelapan.
Mereka itulah para penghuni neraka, dan mereka kekal di
dalamnya.” (QS. Al Baqoroh : 257)
Inilah perseteruan abadi antara
wali-wali Alloh dengan wali-wali
setan. Perang ini akan terus
berlangsung hingga hari kiamat. Sehingga agama ini hanya milik
Alloh dan tegaklah kalimatulloh di
muka bumi.
Ada beberapa alasan kenapa
Densus 88 berada di pihak wali-
wali setan, diantaranya : 1. Mewarisi sifat-sifat Iblis yang
dengan sombong menentang dan
menolak perintah Alloh serta
menyatakan perang kepada wali-
wali Alloh yang ikhlas.
Hal ini bisa terlihat, bagaimana dengan arogan mereka
melecehkan simbol-simbol agama
Islam seperti pekikan takbir,
melecehkan Alloh dihadapan para
terduga teroris ketika
diintrogasi, menolak hukum Alloh bahkan sebaliknya memerangi
upaya penegakannya.
Menangkap, menyiksa dan
membunuh para mujahidin dan
orang-orang yang ingin
menegakkan hukum Alloh. Serta banyak hal lain selain itu.
2. Memberikan loyalitas kepada
kekufuran dan orang-orang
kafir.
Seperti ketundukan mereka atas
semua saran Amerika dan Australia dalam memerangi umat
Islam yang benar-benar ingin
menegakkan syareat agamanya.
Apalagi sikap bangga presiden RI
SBY yang dinobatkan sebagai
ksatria salib yang agung oleh ratu Inggris. Mereka juga mati-
matian melindungi semua
program, agenda, organisasi dan
asset-aset negara-negara kafir
Salibis Zionis yang telah menjajah
dan merampas serta membantai umat Islam. Mereka juga mati-
matian membela undang-undang
dan hukum buatan Belanda di
Negara Indonesia.
3. Dengan terang-terangan
menyatakan sikap perang terhadap Islam dan berdiri di
barisan kekufuran
Meskipun mereka memolesnya
dengan aneka kebohongan,
tetapi tetap pada intinya adalah
mereka berada dibarisan Bush dan penerusnya Obama yang
berperang memberangus
gerakan Islam hingga ke akar-
akarnya. Sebagaimana
pernyataan Bush diatas. Dan hal
ini telah dibuktikan oleh Densus 88 yang terus bekerja
menangkapi para pemuda
muwahhidin dan mujahidin dan
memenjarakan mereka. Mereka
juga memiliki banyak kemiripan
dengan para Polisi Amerika baik dari segi ideology hingga pakaian
seragam. Mereka juga
menyuarakan slogan yang sama
dengan Amerika yaitu perang
melawan terror (Jihad). Menyukai
kebiasaan-kebiasaan orang- orang kafir seperti main wanita,
terlibat obat-obat terlarang,
menyukai musik yang hingar-
bingar dan lain sebagainya.
Semakin mirip mereka dengan
polisi Amerika, maka mereka akan semakin bangga.
4. Taklid buta kepada pemimpin
Mereka tidak akan pernah peduli
dengan kebenaran. Perintah
komandan bagi mereka adalah
harga mati yang harus segera ditunaikan. Tidak peduli apakah
itu benar atau salah. Yang
penting demi tugas dan jabatan,
mereka akan rela berkorban.
Meskipun perintah tersebut
menyeret mereka ke dalam neraka jahannam sekalipun.
5. Mencampur adukkan yang hak
dengan yang batil
Pemikiran dan ideology
keagamaan mereka rancu.
Mereka menyatakan diri mereka Islam tetapi mati-matian menolak
syareatnya. Mereka hari ini
berhari raya idul fitri tetapi
besok turut perayaan hari Natal.
Meskipun terkadang ada yang
sholat, tetapi itu pun hanya formalitas dan asal-asalan yang
ada tugas sholatpun ditinggalkan.
Mengaku Islam tetapi mengadopsi
pemikiran sekuler, kapitalis,
komunis, animisme dan dinamisme.
Semuanya terlihat rancu. Sedangkan para mujahidin,
merekalah para wali Alloh. Karena
manhajnya jelas berlandaskan Al
Quran dan Sunah yang shohih.
Sandaran mereka adalah Alloh
semata. Yang mereka inginkan dan mereka bela adalah hukum
Alloh. Jalan mereka adalah
dakwah dan jihad fi sabilillah.
Cita-cita mereka adalah syahid di
jalan Alloh. Hidup dan mati
mereka adalah untuk Alloh. Akhlak mereka begitu mulia
dengan teladan dari Nabi yang
mulia. Mereka menjauhi semua hal
yang diharamkan oleh Alloh.
Solidaritas mereka dibangun
diatas ukhuwah imaniyah. Mereka mengusahakan sebab-
sebab kauniyah untuk meraih
kemenangan dan bersandar
kepada Alloh Ta`ala. Panji yang
mereka hasung adalah kalimat
tauhid “ laa ilaaha illalloh”. Merekalah wali-wali Alloh
meskipun ada beberapa
kekurangan dan kelemahan pada
diri mereka. Mereka adalah wali-
wali Alloh meskipun jumlah
mereka sedikit. Mereka adalah wali-wali Alloh meskipun mereka
selalu menderita di dunia. Mereka
adalah wali-wali Alloh meskipun
seluruh dunia memusuhinya.
Pertempuran ini akan terus
berlangsung. Dan semakin arogan dan dholim densus 88, maka
gerakan jihad ini justru akan
semakin subur. Meskipun akan
ada banyak darah yang
tertumpah, nyawa yang
meregang dan harta benda yang hancur binasa. Semuanya adalah
milik Alloh dan akan kembali
kepada Alloh.
Ketika Jihad bersemi Indah
==================
Ketika WTC dan Pentagon hancur oleh serangan jihad yang
dilancarkan oleh pemuda-pemuda
Islam nan ikhlas dan berani.
Maka, ketika itulah wibawa
Amerika runtuh, propaganda
mereka hancur dan moralitas mereka jatuh. Semua mata
memandang dan muncul tanda
Tanya besar : “Benarkah
Amerika sang Negara Adidaya
mampu dipecundangi oleh 19
orang pemuda arab dalam waktu hanya satu hari ?”
“Dimanakan intelegent Amerika
ketika itu ?” “Dimanakah
kekuatan pertahanan terkokoh
di dunia saat itu ?” semua
hanya bisa tercengang. Afghanistan diinvasi dan
pemerintah Thaliban terpaksa
harus mundur dari pusat
pemerintahan saat itu yaitu di
Kabul, untuk menyeret Amerika
dalam perang panjang yang hingga hari ini belum juga
berakhir. Lalu dilanjutkan dengan
invasi ke Irak pada tahun 2003,
yang justru menjerumuskan
mereka dalam krisis yang
berkepanjangan dan mereka lagi- lagi terpaksa harus keluar
dari Iraq dengan kepala
tertunduk dan menanggung
kerugian besar akibat kalah
perang.
Dengan kegagalan Amerika menginvasi Iraq dan Afghanistan,
maka tahulah manusia bahwa
ternyata Amerika bisa dilawan,
asumsi bahwa Amerika adalah
Negara Adidaya ternyata hanya
isapan jempol belaka dan Amerika tidak mungkin bisa eksis
berkuasa kecuali karena bantuan
dan back up dari PBB dan
negara-negara boneka yang
menjadi perpanjangan tangan
mereka. Umat Islampun mulai sadar dan
bangun dari tidur mereka. Gelora
perlawanan dari Jihad Afghan
menginspirasi mereka untuk
melakukan sebuah perubahan
bernama “Gerakan Revolusi”. Di mulai dari Tunisia, lalu ke Mesir,
selanjutnya Libya, Yaman dan
Suria sampai sekarang untuk
meruntuhkan kediktatoran
Fir`aun masa kini seperti Husni
Mubarok, Kadafi, Bashar Asad dan sederet pemerintah dictator
kafir lainnya. Gerakan-gerakan
jihad untuk menuntut
kemerdekaan dan penegakan
syareat juga semakin subur
berkembang. Di Afghanistan ada Imaroh Islam Afghanistan yang
berhadapan dengan para
Penjajah Amerika dan sekutu-
sekutunya, serta pemerintah
sekuler lokal Hamid Karzai. Di
Pakistan ada gerakan Thaliban yang berhadapan dengan
otoritas Pakistan yang Murtad.
Di Irak ada Daulah Islam Irak yang
berhadapan dengan pemerintah
Syiah Irak. Di Somalia ada
Harokatu Syabab. Di Yaman ada Anshoru Syareah. Di Mali ada
Anshoru Din. Di Andalusia ada
AQIM. Di Nigeria ada Boko Haram.
Di Suria ada Jabhah An Nushroh.
Di Palestina ada Jihad Islam dan
Brigade Al Qossam. Di Philipina ada gerakan Abu Sayyaf dan di
Indonesiapun muncul gerakan
yang menamakan diri sebagai
Kelompok Mujahidin Indonesia
Timur.
Bahkan kelompok Mujahidin Indonesia Timur semakin hari
semakin menebar pesonanya
dengan idzin Alloh. Dengan
pertolongan Alloh mereka tetap
eksis dan terus melakukan
serangan kepada aparat pembela kekufuran Densus 88,
termasuk aksi mereka beberapa
waktu yang lalu. Dukungan moril
kepada mereka juga semakin
besar meskipun upaya untuk
menyudutkan dan memojokkan mereka dari pihak Densus 88. Fa
hasbunalloh wa ni`mal wakil….
Munculnya kelompok Mujahidin
Indonesia Timur tentunya tidak
serta merta sebagaimana
membuat sebuah organisasi lain pada umumnya.. kelompok ini
muncul setelah melalui fase-fase
yang cukup panjang. Penuh
dengan derita dan ancaman
kematian. Ia muncul ditengah-
tengah kejenuhan umat dalam menanti sebuah kemerdekaan
dari jerat-jerat kekufuran dan
kesewenangan. Dia tumbuh
diatas ceceran darah dan
regangan nyawa serta jeritan
para pemuda Islam dari balik ruangan penyiksaan.
Munculnya kelompok Mujahidin
yang berhalauan salafi jihady ini
memberikan harapan cerah bagi
kebangkitan Islam…sekaligus
sebagai percontohan bahwa ternyata arogansi Densus 88
mampu dilawan sebagaimana
Amerika. Semoga fajar Islam
segera bersinar dipersada
Indonesia agar Islam benar-benar
menjadi rohmatan lil ` alamin. Inila berkah Jihad. Ketika Amerika
semakin arogan, justru
perlawanan semakin gencar.
Orang-orang yang bersimpati
kepada Jihad dan Mujahidin
semakin meningkat. Semakin mereka membicarakan jihad dan
terorisme untuk
menyudutkannya, maka semakin
banyak orang yang ingin
mengetahui tentang hakekat
sebenarnya dari jihad itu sendiri. Dan selanjutnya mereka akan
semakin tertarik dengan Islam
dan sebaliknya, mereka akan
semakin muak dengan kekufuran,
penjajahan, penindasan,
kesewenangan dan pengkhianatan. Selanjutnya,
umatpun akan kembali kepada
kitab sucinya. Mereka akan
kembali kepada agamanya.
Mereka akan kembali kepada
Islam dan siap mengorbankan harta dan nyawa untuk
menegakkannya, karena hanya
Islamlah solusi dari berbagai krisis
dan petaka di alam semesta ini.
Bahan bakar Jihad dan
Penegakan Syareat ===========================
Syeikh Abdulloh Azzam –
rohimahulloh – menjelaskan
secara gamblang :
“Sesungguhnya orang-orang
yang menanti belas kasihan dari para Aparat untuk menegakkan
agama Alloh di muka bumi bagi
mereka, lalu mereka memberikan
perintah-perintah kepada
manusia melalui bayan (pejelasan)
di siaran-siaran radio setelah perang usai, tanpa menderita
luka maupun ikut terjun langsung
dalam kancah perang, yang
sebelumnya mereka juga
menempuh fase-fase sirriyah
(under ground), berpura-pura dan menyembunyikan kebenaran
… Mereka itu mengira bahwa
membangun masyarakat,
merubah jiwa, manusia dan hati,
serta membangun ruhiyah bisa
dilakukan dengan mudah tanpa pengorbanan ….!!
Sungguh, pertolongan Alloh itu
tidak akan turun kecuali setelah
ujian yang panjang dan petaka
yang dahsyat. Alloh berfirman :
“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga,
padahal belum datang kepada
kalian perumpamaan seperti apa
yang pernah menimpa orang-
orang sebelum kalian. Mereka
ditimpa kesengsaraan, dan penderitaan serta digoncang,
sampai-sampai Rosul dan orang-
orang beriman bersama beliau
mengatakan : “kapankah
datangnya pertolongan Alloh
itu ?”. ketahuilah bahwa pertolongan Alloh itu adalah
dekat.” (QS. Al Baqoroh : 214)
Jadi, orang-orang yang menanti
turunnya pertolongan kepada
mereka di belakang meja kantor
sambil duduk diatas kursi… mereka itu tidak mengetahui
sunatulloh di masyarakat dan
undang-undang-Nya di dalam
dakwah.
Ada seorang dai berkata
kepadaku : “Aku bekerja di kantor selama 2 tahun bersama
pegawai yang lain, dan selama itu
tidak ada yang tahu misiku sama
sekali”.
Akupun menjawab : “Berarti,
selama 2 tahun penuh kamu belum pernah mengatakan satu
katapun tentang kebenaran
yang diembankan dipundakmu …!!
”.
Kamu bisa melihat, jika para
Sahabat berbuat seperti yang dilakukan oleh mayoritas dai
under ground pada hari ini,
apakah kalian mengira bahwa
Islam akan keluar dari
perbatasan kota Mekkah ?!!
Seandainya Bilal hanya berdiam diri, Yasir dan Sumayyah
berpura-pura, Utsman bin
Madz`un menampakkan sikap
menyerah dan Abu Bakar
menerima syarat Ibnu Daghanah
yang telah melindungi Abu Bakar – agar tidak mengeraskan suara
bacaan Al Qur`an, karena suara
bacaan Abu Bakar memang
berpengaruh kepada anak-anak
yang berada di lingkungan
Quroisy- . Saya katakan : “Jika mereka
berdiam diri dihadapan arogansi
dan keangkuhan jahiliyah,
niscaya Islam tidak mungkin bisa
keluar dari daerah Mekkah dan
tidak akan mampu menjangkau Haruroh !!”
Sesungguhnya jari telunjuk Bilal
yang diajungkan ke langit, ketika
beliau berada di bawah siksaan
yang keras seraya mengulang-
ulang kata : Ahad …. Ahad …, itulah yang menggoncang
kekufuran dari dalam dan
mecabut pohon jahiliyah hingga
akar-akarnya.
Suara akal akan mengatakan
kepada Bilal : “Tipulah Umayyah bin Kholaf dan katakan
kepadanya “Saya mengikuti
ajaran agama Latta dan Uzza”,
dan ketika malam hari, mari kita
menemui Muhammad Shalallohu
‘alaihi wa salam sang panglima hakiki dan pemimpinmu, lalu
katakan kepadanya : “aku telah
mempermainkan Umayyah dan
menipunya. Dia mengira aku
sepaham dengannya, sehingga
membiarkanku pergi”. Tetapi dakwah tidak akan
menang dengan muslihat dan
siasat seperti ini. Iainnya akan
terjungkir dan hancur jika tidak
ada yang menyiraminya dengan
tetesan darah dan membangunnya dengan daging
yang tercabik dan tulang
belulang yang remuk.
Sesungguhnya kesabaran
panjang diatas kedzaliman
Jahiliyah, menekan jiwa yang membara agar tidak keluar dari
kedalaman, dan menahan nafas
agar tidak keluar dari rongga
dada…
saya katakan : “terkadang
sebagian orang mengira bahwa kesabaran panjang itu berguna
untuk dakwah, padahal mereka
tidak tahu bahwa hal itu justru
akan mematikan jiwa, apalagi jika
pelakunya suka berkeluh kesah,
begitu takut dan khawatir serta bersikap pengecut sehingga
menyebabkannya mati secara
perlahan.”
Jadi, awalnya semangatnya mulai
loyo, lalu mencair, kemudian
tersungkur dan setelah itu mati. Jika jiwanya sudah mati, maka
jadilah manusia seperti bangkai
hidup yang tidak bisa
mengingkari yang mungkar dan
tidak mampu mengetahui yang
ma`ruf, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits.
Wajahnya tidak pernah memerah,
marah karena Alloh.
Para pengecut melihat bahwa
sikap pengecut itu adalah baik
Padahal hal itu adalah tipuan untuk sebuah karakter yang
hina
Sesungguhnya kesabaran
panjang diatas kekufuran,
sedangkan kamu tenggelam
dalam ranjangmu yang mematikan akan menyebabkan
sikap toleran kepada jahiliyah
para thoghut setiap hari, dan
akhirnya hal itu akan
menghapuskan fitrah dan
membalikkan cara pandang. Sirriyah (sembunyi-sembunyi)
dalam dakwah Rosululloh
Shalallohu ‘alaihi wa salam
jangka waktunya hanya
sebentar dan segera beralih
pada sikap terang-terangan. Sikap sirriyah dan waspada
memang harus ada bersama
pergerakan jihad “Bersikaplah
waspada dan berangkatlah
berperang” (QS. An Nisa : 71),
tetapi bukan sikap sirriyah dan waspada yang justru
menyebabkan kegagalan, ciut
dan kematian.
Begitu pula pertempuran dan
jihad di jalan Alloh lah yang akan
menyeleksi para pemimpin dan memunculkan para tokoh melalui
berbagai pengorbanan.
Kedudukan Abu Bakar di tengah-
tengah umat Islam yang terpilih
sebagai kholifah secara ijma`
bukanlah karena kebetulan atau tiba-tiba. Tetapi Abu Bakar
terseleksi melalui berbagai
peristiwa, dan memiliki
keutamaan melalui berbagai
pengorbanan, dia terangkat
karena berbagai sikap heroik, ujian dan derita. Oleh karena
itu,dalam perang Tabuk, ketika
Umar menyerahkan sebagian
hartanya, sedangkan Abu Bakar
menyerahkan seluruh hartanya,
sehingga ditanya oleh Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wa salam
tentang apa yang dia tinggalkan
untuk keuarganya, maka Abu
Bakar menjawab : “Aku
meninggalkan Alloh dan Rosul-Nya
untuk mereka”. Ketika itulah Umar berkata : “Tidaklah aku
berkompetisi dengan Abu Bakar
dalam satu masalah, melainkan
Abu Bakar pasti akan
mengalahkanku”.
Abu Bakar tidak butuh acara pemilu, atau ikut serta
mencalonkan diri sebagai
kandidat, karena kedudukannya
telah nampak melalui perjalanan
hidup dan panjangnya jalan.
Beliau tidak butuh menyogok, tidak perlu kampanye ataupun
blow up media.
Undang-undang perseteruan
adalah tafsir islamy bagi sejarah
dan peristiwa. Baik itu jahiliyah
akan bergerak atau tidak, tetapi Islam harus bertolak dengan
pergerakannya sendiri, yang
pasti akan berhadapan dengan
undang-undang perseteruan.
“Kalaulah bukan karena Alloh
ingin menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain,
niscaya akan rusaklah
bumi.” (QS. Al Baqoroh : 251)
Sesungguhnya masyarakat yang
apatis seperti air yang
tergenang, dia hanya akan menimbulkan bau busuk, kotor
dan kuman penyakit. Pemimpin
masyarakat maju yang tidak
bergerak untuk berperang,
hanya akan menyebabkannya
membusuk dan rusak. Adapun masyarakat yang berjihad, maka
ia seperti air bergerak dan
sungai yang mengalir. Ia akan
menolak bau busuk dan
membersirkan kotoran yang
melekat pada wajahnya. Pemimpin pasti akan keluar
pertempuran yang panjang dan
luka yang parah, jika tidak,
niscaya negara akan menyempit
dan urusan akan bertambah
rumit dan krisis nasional akan semakin parah.
Pemimpin hakiki harus mau
membayar harganya, berani
menghadapi rintangan,
mananggung luka, mencurahkan
pengorbanan dan siap kehilangan Ayah Bunda dan lain sebagainya,
sehingga dia bisa merasakan
betapa berharganya masalah
yang diembannya, aqidah yang
dia bangun, dan pemikiran yang
karenanya dia berkorban. Tanpa semua ini, maka Islam tidak akan
pernah bisa tegak…”.
Jadi, bahan bakar jihad dan
penegakan syareat adalah darah
yang tertumpah, tubuh yang
tercabik, nyawa yang meregang, masjid-masjid yang diruntuhkan,
kehormatan yang dinjak-injak,
dan harta benda yang dirampas.
Lihatlah berapa juta sudah,
Afghanistan mempersembahkan
para Syuhadanya ?… Irak … Suriah … Palestina dan daerah-
daerah lain yang Jihad bersemi
indah di wilayah-wilayah
tersebut.
Rumah-rumah mereka memang
hancur … harta benda mereka binasa … pemuda-pemuda
mereka dipenjara … putra-putra
mereka dibantai di mana-mana …
tetapi gelora Jihad begitu indah
mengisi relung kehidupan mereka.
Hidup mereka dekat dengan Robb mereka. Kematian serasa di
depan mata. Tidak ada yang
mereka harap selain rahmat dan
keredhoan Alloh Ta`ala.
Ladang subur untuk tanaman
Jihad ===================== Pada hakekatnya semua belahan
bumi ini memungkinkan untuk
ditegakkan Jihad di sana. Bisa
juga dalam satu waktu sebuah
tempat bisa dijadikan arena
Jihad, tetapi disaat yang lain ia tidak subur lagi untuk menyemai
Jihad. Pada zaman Rasululloh
Shalallohu ‘alaihi wa salam bumi
Jihad bisa berubah-ubah, kadang
di Makkah, kadang di Badar,
Uhud, Madinah dan begitu seterusnya….
Untuk lahan operasi jihad
memang bisa dilakukan dimana
saja, tetapi untuk penyemaian
Jihad, perlu lahan khusus yang
memang memenuhi kriteria untuk penyemaian. Kriteria-kriteria
tersebut diantaranya adalah :
1. Adanya akar konflik di wilayah
tersebut sehingga banyak pihak
yang merasa berkepentingan
dengan wilayah tersebut. 2. Lemahnya cengkraman
peraturan dari pemerintahan
pusat.
3. Memungkinkan masuknya
suplai bantuan logistik baik
senjata maupun makanan. 4. Karakter manusia yang tinggal
di wilayah tersebut.
5. Beredarnya senjata di antara
orang-orang yang berada di
wilayah tersebut. (diringkaskan
dari kitab Idarotu Tawakhusy oleh Syeikh Abu
Bakar Naji..)
Wilayah-wilayah seperti
Afghanistan, perbatasan
Pakistan, Chechnya, Yaman, Al
Jazair, Iraq, Somalia dan terakhir ini yaitu Suriah memang menjadi
lahan ideal untuk penyemaian
bibit jihad. Bahkan daerah-
daerah tersebut adalah daerah
tersubur saat ini untuk menyemai
dan menanam pohon Jihad. Tetapi meskipun begitu,
tidak menutup kemungkinan Alloh
akan membukakan lahan baru di
belahan bumi yang lain termasuk
Indonesia mudah-mudahan. Tugas
kita adalah bekerja dan berusaha, selanjutnya hasilnya
kita serahkan kepada Alloh
ta`ala.
Dan untuk sekup nusantara,
barangkali Indonesia Timur adalah
lahan yang cukup memadai untuk menyemai Jihad, sebagaimana
kriteria diatas… meskipun belum
sempurna dan masih banyak
kekurangan.
Belajar dari pengalaman Jihad Al
Qoeda melawan Amerika di Afghanistan
=================================
Syeikh Usamah pernah sedikit
bercerita tentang pengalaman
beliau dalam menghadapi arogansi
Negara sombong Amerika dalam surat beliau yang
ditujukan kepada gerakan jihad
yang ada di Iraq. Beliau –
rohimahhulloh menuturkan :
“Dari pengalaman perlawanan
dan peperangan kami melawan Amerika, sesungguhnya di dalam
peperangan mereka itu lebih
mengandalkan perang mental,
melihat besarnya sarana
propaganda yang mereka miliki.”
Mereka juga mengandalkan serangan bombardir dari udara,
untuk menutupi titik terlemah
mereka, yaitu rasa takut,
pengecut dan tidak adanya
mental perang pada pasukan
Amerika. Karena para tentara tersebut benar-benar bisa
memahami kedholiman dan
kedustaan yang dilakukan oleh
pemerintah mereka, selain itu
mereka kehilangan nilai-nilai
keadilan yang hendak atau tengah mereka bela, mereka itu
berperang hanya untuk
kepentingan para pemilik modal,
penguasa riba serta pedagang
senjata dan minyak, termasuk
diantaranya adalah komplotan penjahat yang ada di gedung
putih. Ditambah lagi dengan
dendam salibisme dan dendam
pribadi Bush.
Dan kami juga telah memahami
dari pengalaman kami, bahwasanya senjata yang efektif
dan memungkinkan untuk
menihilkan kekuatan udara
musuh salibis, adalah dengan
membuat khondaq-khondaq
(parit-parit) yang beratap dan diberi kamuflase yang banyak,
dan hal ini telah saya jelaskan
dalam penjelasan yang telah lalu
ketika memceritakan
pertempuran Tora Bora pada
tahun yang lalu. Pertempuran itu adalah sebuah
pertempuran besar yang
dimenangkan oleh alul iman atas
seluruh kekuatan materialis milik
para penjahat dengan dalam
bentuk keteguhannya dalam memegang prinsip atas ijin dan
karunia Alloh Subhanahu wa
Ta’ala. Dan di sini akan
kuceritakan penggalan cerita
tersebut untuk menunjukkan
sifat pengecut mereka dari satu segi dan peranan khondaq
(parit) dalam melemahkan
mereka dari sisi lain.
Ketika itu jumlah kami mencapai
300 orang mujahid, dan kami
telah menggali seratus khondaq (parit) yang tersebar pada
wilayah yang tidak lebih dari
satu mil persegi, dengan rata-
rata satu khondaq 3 mujahid
supaya kita dapat menghindari
korban personal yang besar yang diakibatkan bombardir.
Semenjak serangan pertama
amerika pada tanggal 20 rojab
tahun 1422 H yang bertepatan
dengan 7 oktober tahun 2001 M
markas-markas kami menghadapi bombardir yang sangat deras
sekali, kemudian bombardir itu
terus berlangsung dengan
terputus-putus sampai
pertengahan romadhon dan
berikutnya pada pagi hari tanggal 17 romadhon terjadi
bombardir yang dahsyat sekali,
khususnya setelah para pemimpin
Amerika yakin akan keberadaan
beberapa pemimpin Al-Qoidah di
Tora Bora yang di antaranya adalah hamba yang faqir
(Usamah), dan saudara dan
mujahid Aiman Adh-Dhowahiri,
bombardir sangat dahsyat, tidak
satu menitpun berlalu kecuali ada
pesawat tempur yang melintas di atas kami baik siang atau malam,
kantor komando dikosongkan
dan semuanya di kerahkan
bersama kekuatan-kekuatan
yang bersekutu dengannya,
untuk menyapu dan menghancurkan tempat yang
kecil ini dan memusnahkannya
dari muka bumi.
Pesawat-pesawat memuntahkan
timah panasnya kepada kami
khususnya setelah mereka menyelesaikan kepentingan
pokoknya di Afghanistan. Dan
tentara Amerika menghujani kami
dengan bom yang cerdas, bom-
bom yang memiliki ribuan artol,
bom-bom cluster dan juga bom- bom pembakar gua. Dan pesawat
pengebom seperti “B 52”
meraung-raung di atas kami
yang mana satu pesawat lebih
dari 2 jam, satu kali tembakan
antara 20 sampai 30 bom. Dan pesawat “C130” menghujani
kami dengan bomnya. Dan juga
bom-bom modern lainnya.
Namun meski bombardir yang
begitu besar dan propaganda
pers yang menakutkan, yang belum pernah terjadi sebelumnya
terhadap sebuah tempat yang
kecil lagi terkepung dari berbagai
penjuru ini ditambah lagi dengan
tentara munafiqin yang mereka
bayar untuk berperang selama setengah bulan terus-menerus
yang kami kalahkan semua
serangan mereka setiap hari
atas karunia Alloh , dan setiap
kali kami pulangkan mereka
dengan kekalahan dan membawa mayat-mayat dan orang-orang
yang terluka, meskipun sudah
begitu pasukan Amerika tidak
berani memasuki tempat kami.
Maka negara manakah yang lebih
jelas pengecut, penakut dan kebohongannya dalam tulisan-
tulisan mereka yang mengada-
ada terhadap kekuatannya yang
semu.
Ringkasan pertempuran; adalah
kegagalan besar bagi persekutuan jahat dunia dengan
segala kekuatannya melawan
sekelompok kecil mujahidin,
melawan 300 mujahid yang
berada dalam khondaq mereka
dalam wilayah 1 mil persegi pada suhu sepuluh derajad dibawah
nol. Dan hasil pertempuran itu
dari korban personal kira-kira
enam persen, kami berharap
semoga Alloh menerima mereka
sebagai syuhada’, dan kerugian pada khondaq dua persen, dan
segala puji bagi Alloh.
Maka apabila seluruh kekuatan
jahat internasional tidak mampu
mewujudkan kemauannya pada
sebuah wilayah yang seluas satu mil persegi, dengan jumlah
mujahidin yang sedikit, serta
sarana yang sangat sederhana
sekali, lalu bagaimana mungkin
kekuatan jahat tersebut
mammpu untuk menang atas seluruh dunia Islam. Ini, atas ijin
Alloh, mustahil mereka raih
apabila manusia tetap teguh di
atas diin (agama Islam) dan terus
melanjutkan jihad di jalan-Nya.
Oleh karena itu, wahai saudara- saudara kami, para mujahidin di
Irak: Janganlah kalian merasa
gentar dengan propaganda
Amerika, kedutaan mereka
mengenai kekuatan mereka, bom-
bom cerdik mereka yang dikendalikan dengan laser. Bom-
bom cerdik itu tidak ada
gunanya sama sekali di tengah-
tengah pegunungan dan di
tengah-tengah khondaq (parit),
di gua dan di dalam hutan. Bom- bom tersebut hanya dapat
digunakan terhadap sasaran-
sasaran yang jelas. Adapun
sasaran-sasaran dan khondaq-
khondaq yang diberi kamuflase
dengan baik, maka bom-bom cerdik maupun bom-bom dungu
tersebut tidak akan dapat
menyentuhnya kecuali dengan
cara menyerang secara
membabi-buta yang akan
menguras persenjataan dan harta musuh, menguras
persenjataan dan harta musuh
dengan sia-sia. Oleh karena itu
perbanyaklah membuat khondaq
(parit), sebagaimana yang
disebutkan dalam sebuah atsar dari ‘Umar, ia mengatakan:
ﺇﺩﺭﻋﻮﺍ ﺑﺎﻷﺭﺽ
“Berlindunglah dengan tanah.”
Maksudnya adalah, jadikanlah
tanah sebagai perisai, karena hal
itu, atas ijin Alloh, cukup untuk melindungi diri dari musuh karena
dengan begitu seluruh roket-
roket musuh yang mereka
siapkan akan habis dalam
beberapa bulan saja. Adapun
produksi mereka setiap harinya adalah sangat sedikit yang
dengan ijin Alloh mudah untuk
dihadapi.
Selain itu kami ingatkan atas
pentingnya memancing pasukan
musuh untuk melakukan pertempuran dalam waktu yang
lama, sengit dan melelahkan,
dengan memanfaatkan
pertahanan yang sulit terdeteksi
di lembah-lembah, ladang-ladang,
pegunungan dan perkotaan. Dan sesuatu yang paling ditakutkan
oleh musuh adalah harbul mudun
wasy syawaari’ (perang kota
dan jalanan), yaitu peperangan
yang diperkirakan oleh musuh
akan banyak menelan korban jiwa.
Kami juga menegaskan kembali
atas pentingnya aksi ‘amaliyyah
istisyhaadiyyah (operasi syahid)
terhadap musuh, atas karunia
Alloh Subhanahu wa Ta’ala, aksi- aksi tersebut telah membuat
kerugian besar terhadap Israel
dan Amerika yang belum pernah
terjadi sebelumnya sepanjang
sejarah mereka. Kami juga ingin
jelaskan bahwa semua orang yang membantu
Amerika, yaitu orang-orang Irak
yang munafik atau para
penguasa negara-negara Arab,
dan semua orang yang ridho
dengan tindakan mereka, dan mengikuti mereka dalam perang
salib ini, dengan cara berperang
bersama mereka atau dengan
cara menyediakan pangkalan-
pangkalan militer dukungan
administrasi untuk mereka, atau dengan memberikan dukungan
serta bantuan dalam bentuk
apapun untuk mereka, meskipun
hanya dengan ucapan, dalam
membunuh orang-orang Islam di
Irak, hendaknya ia mengetahui bahwasannya ia telah murtad
dan keluar dari Islam, sehingga
harta dan darah (nyawanya)
halal. Alloh Subhanahu wa Ta’ala
berfirman: ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻻ ﺗﺘﺨﺬﻭﺍ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ
ﻳﺘﻮﻟﻬﻢ ﻣﻨﻜﻢ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ
ﻻ ﻳﻬﺪﻱ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ ﺑﻌﺾ ﻭﻣﻦ
ﺍﻟﻈﺎﻟﻤﻴﻦ ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻨﻬﻢ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ
“Wahai orang-orang yang
beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi
dan Nasrani sebagai wali (teman
dekat, pemimpin), sebagian
mereka adalah wali (pendukung)
bagi sebagian yang lain,
barangsiapa di antara kalian berwala’ (loyal) kepada mereka
maka ia termasuk golongan
mereka, sesungguhnya Alloh
tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang dholim.” (QS. Al
Maidah : 51) Kami juga tegaskan lagi kepada
orang-orang yang tulus dari
kaum muslimin, bahwasanya wajib
bagi mereka untuk bergerak,
mengobarkan semangat dan
menyiapkan umat ini untuk menjadi pasukan perang, pada
masa-masa yang penuh dengan
berbagai peristiwa besar, dan
dalam kondisi yang panas ini,
supaya umat ini terbebas dari
beribadah (menyembah) kepada pemerintahan yang dholim, yang
murtad dan yang memperbudak
manusia ini, dari Amerika, dan
supaya mereka melaksanakan
hukum Alloh di muka bumi”.
Demikianlah petikan dari penuturan Syeikh Usamah –
semoga Alloh merahmati beliau
dan menerimanya sebagai syahid

Marilah kita bersama
merenungkan pengalaman berharga tersebut dan segera
berkemas untuk menyambut
seruan Jihad di bumi persada ini.
Sungguh dalam kematian fi
sabilillah itu ada kehidupan. Dan
hidup dibawah naungan jihad itu adalah nikmat. Sebuah
kenikmatan yang tidak akan
diketahui selain orang-orang
yang mengenyamnya dengan hati
dan iman. Semoga makalah ini
bermanfaat dan mampu menggerakkan hati
umat untuk segera bergabung
dengan kafilah jihad dan
penegakan syareat islam di muka
bumi. Wallohu a`alam bish showab.
Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi kita
Muhammad Shalallohu ‘alaihi wa
salam . dan seruan kami yang
terakhir adalah bahwa segala puji
bagi Alloh robb semesta alam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: