VO BACELL MUSLIM

Beranda » Uncategorized » IKAN DAN AIR

IKAN DAN AIR

Pada suatu hari datang Seorang teman memberitahukan kepada saya
berita duka, bahwa ikan
peliharaannya lompat dari botol, keluar dari air lalu mati. Dari sini aku berkesimpulan bahwa ikan tidak akan bisa bertahan hidup diluar air, jikalau ia keluar dari air maka ia akan mati.

Sebuah kaedah ilmiyah dan alamiyah yang tidak ada seorangpun yang mampu untuk memungkirinya, entah seberapa tinggi tingkat
keilmuannya, pasti akan sepakat bahwa ikan tidak akan bisa hidup tanpa air, adapun yang bisa itupun hanya untuk beberapa saat saja dan pasti ia akan tersiksa dengannya.

Kesimpulannya bahwa ikan hanya bisa hidup di air.

Sesungguhnya ikan bisa untuk
dijadikan ibroh bagi kita orang – orang beriman, bahwa bagi orang – orang beriman bi’ah dan lingkungannya, yang mana
kita akan bisa hidup dengan tenang dan tidak tersiksa.

Sungguh berat keluar dan
meninggalkan sebuah lingkungan dan bi’ah tersebut, karena memang didalamnya terdapat kehidupan.

Seorang ‘alim mujahid dan
mujaddid yang datang jauh dari bumi palestina untuk mencari air kehidupan di negeri “naan” (makanan khas terbuat dari tepung), negeri yang berbatasan langsung dengan negeri “paratha” (makanan khas terbuat dari tepung dan digoreng).

Pada suatu saat beliau diminta oleh sebagian ikhwah untuk datang ke sebuah majlis ilmu untuk memberikan tausiyah dan taujihat, dalam tausiyah tersebut beliau berkata :

“ saya datang kepada kalian sebagai tanda cintaku kepada kalian, walaupun sebenarnya hal ini sangatlah berat bagiku ketika saya harus keluar dari jabhah (medan jihad), dan sungguh sangat berat bagi jiwaku untuk meninggalkan tempat yang terdapat didalamnya silah ( senjata) ke tempat yang tidak ada senjata, sungguh teramat sulit bagi hatiku untuk meninggalkan manusia – manusia yang menuliskan sejarah dengan darah, tinggal bersama mereka mampu untuk memperbaharui hidupku, dan jauh dari mereka seakan akan aku mati, saya dan jihad adalah bagaikan ikan dengan laut atau bagaikan ikan dengan air, sesungguhnya ikan tidak akan bisa hidup diluar air,
begitu juga jiwaku dan ruhku
tidak akan bisa merasakan nikmatnya kehidupan kecuali
didalam medan pertempuran…”

Sebuah perkataan–perkataan
penuh hikmah dan makna,
bagaimana seorang muslim yang telah mengikrarkan berserah diri dan tunduk sepenuhnya kepada Alloh Subhaanahu wa Ta’ala mampu hidup dengan tenang disuatu bi’ah yang penuh dengan kotoran, bagaimana bisa hidup dibawah aturan dan
perundang – undangan kufur.

Perkataan – perkataan Syeikh Al mujahid Asy Syahid Abdullah Azzam memberikan gambaran secara jelas bahwa seorang mukmin itu ibarat ikan dan jihad laksana air yang mana ikan tidak akan mungkin bisa hidup atau menikmatinya kecuali berada dan tinggal didalamnya. sebuah introspeksi dan
muhasabah diri harusnya
dilakukan setiap individu yang
mengaku bahwa Alloh
Subhaanahu wa Ta’ala adalah
Rabbnya, islam adalah diennya, dan Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah nabiNya, dan hendaknya kita bertanya
pada diri kita masing – masing
bagaimana saya bisa hidup
dengan enak dan tenang diluar habitat saya yang asli ??? [Iroel]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: