VO BACELL MUSLIM

Beranda » Uncategorized » BERGABUNG DENGAN AL QAIDAH GARA-GARA SERANGAN UDARA AMERIKA

BERGABUNG DENGAN AL QAIDAH GARA-GARA SERANGAN UDARA AMERIKA

Bergabung Dengan Al Qaidah
Gara-gara Serangan Udara
Amerika

DHAMAR YAMAN, – Sebuah truk reyot berisi 14 penumpang menuruni jalan gurun di kota Radda yang dikuasai Al Qaidah. Tiba-tiba sebuah rudal menghantam truk reyot itu dan membuatnya terbalik. Tidak menunggu lama, rudal kedua
datang menghantam tepat di
tengah truk yang seketika
menewaskan 11 penumpang
didalamnya, termasuk wanita
dan putrinya yang masih berusia tujuh tahun.

Seorang bocah usia 12 tahun juga meninggal hari itu,
sementara seorang pria lainnya akhirnya turut meninggal akibat luka-luka yang diderita. Atas insiden ini, Pemerintah Yaman pada awalnya menyatakan mereka yang tewas adalah militan Al Qaidah, dan mengaku yang melakukan serangan pada tanggal 2 September tersebut adalah jet tempur tua era-Soviet milik militer Yaman.

Amerika Akui Serangan di
Yaman

Berita mengejutkan kemudian
datang pekan lalu, saat pejabat Amerika untuk pertama kalinya mengakui bahwa serangan tanggal 2 September itu dilakukan oleh Amerika dan bahwa korban tewas adalah warga sipil. Serangan itu dilakukan menggunakan pesawat tak berawak atau Drone. Para suku (warga Yaman hidup
dalam kesukuan) yang marah
kemudian membawa jenazah
korban serangan udara 2
September didepan gerbang
kediaman presiden Yaman. Warga Yaman ini memaksa pemerintah mencabut pernyataan bahwa mereka yang tewas adalah militan Al Qaidah. Belakangan diketahui bahwa target serangan sebenarnya adalah petinggi Al Qaidah Abdulrauf al-Dahab. Al Dahab diduga sedang melakukan perjalanan di jalan yang sama dengan truk reyot yang menjadi sasaran rudal.

Warga Suku Bersedia Gabung Al Qaidah

Dua orang yang selamat dalam serangan itu dan enam kerabat korban, diwawancarai secara terpisah oleh seorang wartawan Barat. Kepada para wartawan
mereka menyatakan bersedia mendukung dan bahkan berjuang bersama Al Qaidah Semenanjung Arab (AQAP).

“Jika kami diabaikan dan
diacuhkan (oleh pemerintah_red), maka saya akan membalas dendam,” kata Nasser al-Mabkhoot Sabooly, pengemudi truk reyot yang menderita luka bakar dan memar akibat serangan rudal 2 September.

“Saya bahkan akan membajak
truk tentara, membawanya ke desa saya dan menculik para tentara.”

“Para penduduk disini sangat
menentang penggunaan Drone,” kata Menteri Luar Negeri Yaman, Abu Bakar al Qirbi.

“Dan yang lebih penting, mereka ingin tahu kejelasan dan seberapa jauh (serangan Drone Amerika) ini terjadi.”

Pada bulan Januari tahun ini
(2012), pejuang Al Qaidah secara singkat berhasil merebut kota Radda dari tentara Yaman. Radda terletak sekitar 160 kilometer di selatan ibukota Sanaa.

Al Qaidah kemudian bersedia mundur dari Radda, setelah pemerintah mengabulkan
tuntutan mereka untuk
membebaskan sejumlah tahanan Al Qaidah dari penjara.

Baru-baru ini di desa Sabul,
sekitar 15 kilometer dari Radda, dilaporkan pesawat tak berawak Amerika terbang di atas daerah itu, empat kali sehari.

“Ini serasa membakar darah saya, setiap kali saya melihat atau mendengar deru pesawat itu,” kata Ali Ahmed Mukhbil, seorang petani 40 tahun seperti dikutip Sidney Morning Herald, Kamis 27/12.

Nasser Rubaih, seorang petani
26 tahun, saat itu (2 September) sedang bekerja di
ladang saat truk reyot dihantam rudal pesawat Drone Amerika. Dia mendengar ledakan dan segera berlari menuju tempat kejadian bersama sejumlah orang lain. Ia dan warga lainnya berusaha memadamkan api yang membakar truk dengan pasir. Saat itu ia membalik-balik mayat korban hangus yang tergeletak di jalan. Ia mengenali salah satu korban bernama Abdullah dari sisa pakaian yang terbakar. Warga lainnya diyakini bakal ikut bergabung dengan Al Qaidah.

“Jika saya yakin orang Amerika adalah orang-orang yang membunuh saudara saya, maka saya akan bergabung dengan Al Qaidah dan melawan Amerika,” jelas Rubaih.

Pemerintah Yaman kemudian
secara terbuka meminta maaf
atas serangan itu dan mengirim senjata berjumlah 101 kepada para pemimpin suku di daerah itu. Pemberian senjata dalam budaya Yaman merupakan pengakukan bersalah.

Al Qaidah Turut Bersimpati
Atas Korban

Mendengar serangan 2
September itu, gerilyawan Al
Qaidah Semenanjung Arab
dilaporkan mengirim utusan ke desa Sabul untuk menawarkan bantuan materi kepada keluarga korban. Sementara pemerintah Yaman sendiri tidak memberikan
bantuan apapun. Berkat simpati dari Al Qaidah itu,
beberapa kerabat korban
dilaporkan bergabung dengan Al Qaidah sejak serangan di Radda, kata Kepala Keamanan Yaman Hamoud Mohammad al Ammari.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: